Muh. Syakir : Minggu, 01 Desember 2024 21:38

LUTRA, PEDOMANMEDIA - Angka kemiskinan di Kabupaten Luwu Utara kembali mencatat penurunan signifikan pada tahun 2024. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan kemiskinan turun cukup signifikan.

Penurunan ini dihitung berdasarkan Data Susenas Konsumsi Pengeluaran (KP) 2024 dan menggunakan Metode Small Area Estimation (SAE). Garis kemiskinan juga mengalami kenaikan dari Rp414.548 menjadi Rp431.680, namun jumlah penduduk miskin tetap berhasil turun sekitar 4.330 orang, menunjukkan keberhasilan upaya pengentasan kemiskinan di daerah ini.

Penurunan sebesar 1,42% ini merupakan capaian luar biasa karena telah melampaui target RPJMD 2021-2026 yang menetapkan angka 12,25%. Ini juga menjadi penurunan tertinggi dalam sejarah Luwu Utara. 

Di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, penurunan ini adalah yang tertinggi keempat setelah Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Kepulauan Selayar, dan Kabupaten Enrekang.

Persentase penduduk miskin ekstrem di Luwu Utara juga mengalami penurunan signifikan, dari 3,40% pada tahun 2022 menjadi 1,26% pada tahun 2024.

Walaupun garis kemiskinan meningkat, berkat intervensi program dan kegiatan yang tepat sasaran dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, banyak masyarakat yang berhasil meningkatkan pengeluaran mereka ke golongan yang lebih tinggi.

Pergeseran ini terlihat jelas dengan meningkatnya persentase penduduk yang berpengeluaran di atas Rp1.000.000, sehingga menjauh dari garis kemiskinan. Masyarakat Luwu Utara kini berada pada tingkat kesejahteraan yang lebih baik dengan daya beli yang semakin meningkat.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi berbagai tantangan ekonomi. 

Luwu Utara terus berupaya untuk keluar dari zona termiskin di Provinsi Sulawesi Selatan dan menuju kesejahteraan yang lebih baik bagi semua warganya.