TATOR, PEDOMANMEDIA - Epilepsi adalah gangguan neurologis yang mempengaruhi banyak orang, baik anak-anak maupun orang dewasa. Penyakit ini ditandai dengan kejang-kejang berulang akibat gangguan aktivitas listrik di otak.
Hal ini dialami oleh Rahman (17), seorang remaja asal Cakke, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang.
Menurut penuturan ibunya, Suratni (45), Rahman menunjukkan gejala epilepsi saat dirinya masih bayi sebelum menginjak usia 1 tahun.
"Saya ingat sekali waktu itu Rahman masih bayi, tiba-tiba saja ia mengalami kejang-kejang yang membuat saya sangat khawatir. Saya dan suami langsung membawanya ke rumah sakit dan alhamdulillah ditangani dengan cepat oleh dokter. Namun gejalanya sering muncul sampai sekarang," jelas Suratni kepada Tim Jamkesnews, Kamis (07/11).
Pada tahun 2020, Suratni dan suaminya memutuskan untuk membawa Rahman ke salah satu rumah sakit di Makassar guna pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Rahman mengidap epilepsi dan membutuhkan pengobatan jangka panjang.
"Setelah dinyatakan mengidap penyakit epilepsi, saya membawa Rahman berobat di Rumah Sakit Siloam Makassar dan harus rawat inap selama satu minggu. Saat itu dokter menyarankan agar Rahman harus menjalani pengobatan minimal dua tahun," katanya.
Tak cukup sampai di situ, ibu dari tiga anak ini kemudian melanjutkan pengobatan Rahman di Rumah Sakit Umum Daerah Lakipadada. Selama tiga tahun menjalani perawatan di RSUD Lakipadada, Suratni dan keluarga merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Ia merasa lebih tenang karena fasilitas dan perawatan yang diberikan di sana sudah memadai.
"Pelayanan di RSUD Lakipadada sudah memuaskan, obat yang dibutuhkan selalu tersedia jadi tidak ada kami mengeluarkan uang untuk pembelian obat kembali, dan dokter serta perawatnya sangat cekatan dalam memberikan perawatan dan memastikan Rahman mendapatkan perawatan terbaik,” ungkapnya.
Sejak terdaftar Porgram JKN tahun 2021, Suratni menuturkan tidak ada biaya yang dibebankan kepada ketika mengakses layanan kesehatan terutama dalam pengobatan untuk sang anak. Apalagi saat ini semakin mudah dalam administrasi, dimana tidak perlu lagi membawa salinan atau fotokopi berkas seperti KK, KTP dan kartu JKN, saat ini hanya butuh menunjukan KTP atau Aplikasi Mobile JKN untuk melakukan pendaftaran di fasilitas kesehatan.
Sebelum terdaftar dalam Program JKN, memang Suratni harus mengeluarkan biaya cukup besar setiap kali Rahman berobat sebagai pasien umum. Mengingat epilepsi adalah penyakit yang membutuhkan pengobatan jangka panjang, biaya pengobatannya tentu tidak sedikit.
"Awalnya kami berobat sebagai pasien umum. Biaya yang kami keluarkan sangat besar, apalagi epilepsi membutuhkan perawatan jangka panjang. Atas saran dari keluarga, saya dan suami mendaftar sebagai peserta JKN pada segmen PBI (Penerima Bantuan Iuran-red) yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah Kabupaten Enrekang. Sejak saat itu, kami tidak lagi khawatir tentang biaya pengobatan Rahman," ucapnya.
Suratni berharap agar Program JKN terus ada untuk membantu keluarga yang membutuhkan akses kesehatan, terutama bagi mereka yang terkendala masalah biaya.
Merasakan manfaat yang begitu besar dari Program JKN, Suratni mengucapkan apresiasi kepada BPJS Kesehatan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang yang telah mendaftarkan dirinya sebagai peserta JKN.
"Saya sangat bersyukur karena keluarga kami telah terlindungi oleh Program JKN. Untuk itu, saya sangat berterima kasih kepada BPJS Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Enrekang atas manfaat yang begitu berarti ini. Kami tidak perlu lagi khawatir dengan biaya pengobatan Rahman. Program JKN benar-benar membantu keluarga kami. Semoga program ini terus ada agar semakin banyak keluarga yang terbantu mendapatkan akses ke layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas dengan mudah. Program JKN memberikan harapan bagi keluarga seperti kami yang membutuhkan pengobatan tapi terkendala biaya. Berkat JKN, saya bisa mendampingi Rahman berobat dengan tenang," tuturnya.
BERITA TERKAIT
-
Jawab Kebutuhan Peserta, Direksi Baru BPJS Kesehatan Beberkan 8 Program Andalan
-
BPJS Keliling Permudah Akses Layanan Administrasi JKN bagi Warga Toraja Utara
-
Setahun Berjuang Atasi Gangguan Saraf Wajah, Margaretha Ruruk Bersyukur Ada JKN
-
Tanpa Biaya, Peserta JKN di Tana Toraja Nikmati Layanan Kesehatan Optimal
-
Empat Tahun Jalani Cuci Darah, Leonardus Bersyukur BPJS Kesehatan Bisa Diandalkan