TATOR, PEDOMANMEDIA - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan adanya program ini, mayoritas peserta telah merasakan kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan yang memadai, terutama bagi mereka yang membutuhkan perawatan intensif.
Pengalaman inilah yang dirasakan Barneti (39) saat mendamingi sang ayah Marten (70) yang sedang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah Lakipadada karena sakit prostat.
Menurut Barneti, kondisi sang ayah sebelumnya cukup memprihatinkan karena bertahun-tahun mengidap penyakit prostat. Prostat merupakan kondisi medis yang umumnya dialami oleh pria, di mana kelenjar prostat yang terletak di bawah kandung kemih mengalami pembesaran atau peradangan seiring bertambahnya usia.
“Ayah saya sudah bertahun-tahun mengeluh sakit prostat yang membuatnya sering merasa tidak nyaman terutama saat buang air kecil. Kadang, ia harus ke kamar mandi berkali-kali karena merasa tidak tuntas, dan rasa nyerinya membuatnya sangat tidak nyaman. Kami sekeluarga khawatir karena kondisi ini membuatnya terlihat semakin lemah, apalagi usianya yang sudah lanjut. Oleh karena itu, dia harus dirawat inap RSUD Lakipadada selama enam hari dan sekarang menjalani rawat jalan,” jelas Barneti.
Selain prostat, Marten juga mengalami osteoporosis dan baru-baru ini setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, dokter juga menyatakan bahwa terdapat kista di ginjalnya yang membutuhkan pengobatan berkelanjutan.
Barneti menyadari bahwa kondisi sang ayah membutuhkan perawatan intensif karena penyakitnya tidaklah ringan, sehingga pengobatan yang berkesinambungan menjadi sangat penting. Beruntung, Program JKN hadir untuk mendampingi ayahnya, memastikannya mendapatkan akses ke layanan kesehatan yang berkualitas dan memadai.
Semua biaya perawatan, mulai dari rawat inap hingga obat-obatan dan saat ini jalani rawat jalan sepenuhnya ditanggung oleh Program JKN.
“Melihat ayah saya yang menderita penyakit yang tidak ringan, saya sangat bersyukur karena ada Program JKN yang senantiasa setia mendampingi proses pengobatannya. Saya menyadari bahwa biaya pengobatan saat ini sangat mahal, dan rasanya saya tidak akan sanggup membiayai pengobatan ayah saya. Sebagai seorang petani, saya pasti kesulitan mencari biaya untuk pengobatan tersebut. Beruntung, kami terdaftar sebagai peserta JKN. Dengan adanya program ini, saya tidak perlu memikirkan beban biaya dan kini bisa fokus pada penyembuhan ayah saya. Program ini benar-benar sangat membantu keluarga kami,” jelasnya.
Tidak hanya itu kemudahan-kemudahan yang ia rasakan semenjak menjadi peserta JKN dari tahun 2014 adalah kemudahan administrasi tanpa harus membawa berkas yang banyak lagi, cukup membawa KTP saja di faslilitas kesehatan, terlebih tidak perlu mengatre lama berkat hadirnya fitur antrean online pada Aplikasi Mobile JKN.
“Semua biaya ditanggung oleh Program JKN, program ini telah menemani keluarga saya setiap kali kami membutuhkan pelayanan kesehatan. Tidak ada kendala, semuanya berjalan lancar dari pendaftaran hanya menunjukan KTP dan cukup mengakses antrean online pada Aplikasi Mobile JKN, sangat mudah," ujar Barneti.
Barneti mengapresiasi pemerintah dan BPJS Kesehatan yang terus menjalankan Program JKN dengan baik dan memberikan akses dan jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Ia berharap program ini terus ada dan semakin berkembang, sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Menurutnya, Program JKN memberikan perlindungan yang sangat penting, terutama bagi keluarga yang tidak mampu untuk membayar biaya pengobatan yang tinggi.
"Saya berharap program ini terus dipertahankan dan kalau bisa semakin ditingkatkan lagi agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Dengan memiliki JKN, kita dapat menikmati layanan kesehatan yang berkualitas dan tentunya tidak perlu khawatir dengan masalah biaya," tutupnya.
BERITA TERKAIT
-
Jawab Kebutuhan Peserta, Direksi Baru BPJS Kesehatan Beberkan 8 Program Andalan
-
BPJS Keliling Permudah Akses Layanan Administrasi JKN bagi Warga Toraja Utara
-
Setahun Berjuang Atasi Gangguan Saraf Wajah, Margaretha Ruruk Bersyukur Ada JKN
-
Tanpa Biaya, Peserta JKN di Tana Toraja Nikmati Layanan Kesehatan Optimal
-
Empat Tahun Jalani Cuci Darah, Leonardus Bersyukur BPJS Kesehatan Bisa Diandalkan