Jusrianto : Jumat, 05 Februari 2021 17:18
Ketua Tim Transisi Danny-Fatma, Yusran Jusuf.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Ketua Tim Transisi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar terpilih Danny-Fatma Prof Yusran Jusuf menyebut PJ Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin kehilangan akal sehat. Mengingat Rudy telah melakukan pencopotan terhadap Kadis Pariwisata Rusmayani Majid yang diduga akibat dana hibah.

Tak hanya itu, Yusran menilai, selama ini PJ wali kota tidak menunjukkan itikad baik terhadap wali kota dan wakil wali kota terpilih.

"Misalnya tidak menghadiri tugas utamanya saat penetapan hasil Pilkada di KPU, paripurna DPRD tentang penetapan KPU hasil Pilkada, menutup komunikasi dengan wali kota terpilih. Bahkan memeriksa ASN yang bertemu wali kota terpilih yang dilakukan di luar jam kerja," ungkapnya.

Seharusnya, kata mantan PJ Wali Kota itu, Rudy Djamaluddin memfasilitasi pertemuan dengan OPD Pemkot dan wali kota terpilih agar visi misi wali kota dapat diintegrasikan dalam APBD, RKPD dan RPJMD Makassar.

Ia juga menilai lelang jabatan di Pemkot Makassar juga terkesan dipaksakan. Padahal pada 17 Februari mendatang pelantikan wali kota terpilih. Dimana, pengumuman hasil lelang jabatan hanya berselang 3 hari sebelum pelantikan wali kota terpilih.

"Saya kira publik bisa menilai. Selama ini kita merasa tidak ada itikad baik dari PJ. Makanya saya katakan sepertinya PJ ini sudah kehilangan akal sehat," ungkapnya.

Ia bahkan mengingatkan, PJ wali kota bekerja untuk kepentingan masyarakat Makassar, bukan segelintir orang atau elite tertentu.

"Masyarakat telah memilih Danny-Fatma sebagai pemimpin Kota Makassar, harusnya PJ sadar posisinya yakni disumpah untuk melayani kepentingan masyarakat dan mengawal transisi pemerintahan," pungkasnya.