Muh. Syakir : Minggu, 20 April 2025 11:45
SD 408 Ongkoe yang berdinding kayu lapuk.

WAJO, PEDOMANMEDIA - Kondisi SD 408 Ongkoe, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo mengundang keprihatinan banyak pihak. Kalangan aktivis menilai, ini cermin buruknya kualitas pendidikan di Wajo.

"Ini dosa berjemaah DPRD dan pemda. Bertahun-tahun itu dibiarkan. Menunjukkan rendahnya political will Bupati Wajo," jelas koordinator Koalisi Aktivis Antikorupsi Sulsel, Mulyadi, Ahad (20/4/2025).

Mulyadi mengatakan, kepekaan pemerintah sangat rendah. Menurutnya, SD 408 Ongkos adalah potret buram yang diwariskan dari periode ke periode.

"Dan dari waktu ke waktu menurut saya bupati sama saja. Mereka tidak peka. Mereka abai. Di eranya Pak Amran kondisi ini dibiarkan. Sekarang masuk eranya Andi Rosman saya kira nyaris sama. Tidak ada langkah konkret untuk memperbaiki kondisi di sana," ujar Mulyadi.

Mulyadi menilai, bupati cenderung lebih sibuk dengan hal-hal yang bersifat seremonial dibanding substansial. Akibatnya, banyak persoalan di masyarakat yang tidak terjawab.

"Saya melihat masih banyak program yang tidak substansial justru jadi prioritas. Sementara sektor pendidikan cenderung masih tertinggal," katanya.

Mulyadi mendesak Bupati Andi Rosman memberi penjelasan ke publik soal SD Ongkoe.

"Bupati harus jelaskan ke publik. Apakah tahun ini SD Ongkoe dapat prioritas atau tidak. Kalau belum alasannya apa?, " ketusnya.

Mulyadi juga menyarankan DPRD untuk membedah kembali APBD 2025. Jika rehabilitasi SD 408 Ongkoe belum masuk dalam rencana perbaikan, maka perlu ada langkah lebih serius untuk mendorong pemda merealisasikannya.

"Kami akan menggugat APBD jika realisasinya tidak konkret menyentuh kepentingan rakyat. Karena itu kami minta Bupati Wajo segera turun melihat kondisi di lapangan. Dan segera mengambil sikap," imbuhnya.

Sehari sebelumnya, Anggota DPRD Wajo dari Komisi VI, Apriliani Nurdin menyambangi SD 408 Ongkoe, Sabtu 19 April 2025. Ia mengaku sangat kaget melihat kondisi yang ada.

"Setelah kami ketahui dan informasi dari media hari ini, saya mendatangi sekolah tersebut. Dan betul adanya. Saya sampai kaget. Masih ada sekolah kayak begini di Wajo. Sangat miris sekali," ucap Apriliani.

Apriliani menyempatkan berkeliling. Ada tiga ruang kelas di sekolah tersebut. Ruang kelas masih berlantai tanah.

Atap sekolah juga bocor di mana-mana. Dindingnya terbuat dari papan yang sudah lapuk.

Selain ruang belajar, tak ada fasilitas lain di SD 408 Ongkoe. Tak ada perpustakaan maupun ruang guru.

Apriliani mengatakan, kondisi ini mencerminkan bahwa kualitas pendidikan Wajo masih jauh dari kata layak. Ini menunjukkan masih terjadi kesenjangan yang jauh antara pendidikan anak-anak di kota dan desa.

"Harapan kami agar ini menjadi perhatian serius pihak pemerintah agar segera dikondisikan. Sangat memprihatinkan," katanya.

Dijelaskan Apriliani, pendidikan merupakan program prioritas sejak bertahun-tahun. Tapi justru di Wajo masih ada sekolah yang kondisinya sangat miris.