SP 1 Penggusuran Sudah Terbit, Pedagang Pertokoan Rantepao Tetap Bertahan
Pedagang di pertokoan berharap, pemerintah bisa mengkaji ulang kebijakan untuk menggusur. Mereka berharap ada lahan relokasi yang memadai.
TORUT, PEDOMANMEDIA - Para pedagang di pertokoan Rantepao masih memilih bertahan di lokasi meski telah menerima surat peringatan (SP) 1 dari Pemkab Torut. Pedagang mengaku tak punya pilihan.
Mereka menyebut, pemkab tak memberi alternatif sebagai lokasi pengganti. Selain sulitnya menemukan tempat baru yang cocok, mereka juga kesulitan dalam hal biaya karena mahalnya sewa bangunan.
"Kalau digusur miki ini, ndak tahu mi lari ke manaki, aduh. Sudah beberapa hari ki ini cari tempat susah. Ada yang hanya bisa ditempati tinggal, tapi tidak ada tempat untuk usaha. Ada juga 30-an (juta) ke atas, mana sanggupki," kata salah satu pelaku usaha di kawasan perniagaan tersebut, Rabu (10/2/2021).
Pedagang di pertokoan berharap, Pemerintah bisa mengkaji ulang kebijakan untuk menggusur pertokoan. Mereka berharap walaupun pertokoan digusur setidaknya pemerintah sudah menyiapkan lahan relokasi yang memadai.
"Kalau ada ji tempat yang disiapkan, na cukup ji, pasti tidak masalah ji ki. Na cerita ji orang na bilang ada mi di Bolu tapi kecil ji bede, na sedikit ji juga, na mana cukupki yang semuanya di sini. Mungkin na lihat mi orang bagus mi toda nanti, tapi tidak na tahu bagaimana orangnya di sini, mata pencahariaannya ke depan bagaimana," imbuhnya.
Pemkab Toraja Utara melayangkan surat peringatan (SP 1) kepada pedagang di pusat pertokoan Rantepao, Senin (8/2/2021). SP 1 berisi peringatan kepada pelaku usaha untuk segera mengosongkan kawasan perniagaan itu.
Saat menerima SP 1 yang dibawa satpol PP, para pedagang melayangkan protes. Mereka juga menolak menandatangani SP 1. Mereka menagih janji pemkab soal lahan baru yang disiapkan sebagai areal relokasi.
"Mana tempat yang dijanjikan kepada kami. Katanya ada lokasi baru disiapkan. Mana. Tidak ada," ujar sejumlah pelaku usaha.
Mereka mengaku kecewa dengan Bupati Kalatiku Paembonan yang masih ngotot melakukan eksekusi. Padahal belum ada lahan relokasi yang disiapkan.
Salah satu pelaku usaha pertokoan mengatakan bahwa pembongkaran pertokoan ini akan membuat ribuan orang menangis. Pemaksaan ini akan menimbulkan kekhawatiran serius.
Penulis: Novika Arrang Rani
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
