Rabu, 10 Februari 2021 21:08

Warga Pengungsi dari Nduga Menderita Penyakit Kudis, Pemerintah Kemana?

Warga pengungsi dari Nduga saat mendapatkan perawatan medis.
Warga pengungsi dari Nduga saat mendapatkan perawatan medis.
Warga pengungsi dari Nduga saat mendapatkan perawatan medis.
Warga pengungsi dari Nduga saat mendapatkan perawatan medis.
Warga pengungsi dari Nduga saat mendapatkan perawatan medis.
Warga pengungsi dari Nduga saat mendapatkan perawatan medis.
Warga pengungsi dari Nduga saat mendapatkan perawatan medis.
Warga pengungsi dari Nduga saat mendapatkan perawatan medis.
Warga pengungsi dari Nduga saat mendapatkan perawatan medis.
Warga pengungsi dari Nduga saat mendapatkan perawatan medis.
Warga pengungsi dari Nduga saat mendapatkan perawatan medis.
Warga pengungsi dari Nduga saat mendapatkan perawatan medis.

Theo Hesegem yang memposting gambar anak-anak yang mengalami penyakit kudis mendapatkan respon positif. Bahkan ada beberapa yang memberikan bantuan.

WAMENA, PEDOMANMEDIA - Warga pengungsi dari Nduga menderita penyakit kudis. Hal itu terlihat saat mereka mendatangi rumah Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua Theo Hesegeem.

"Mereka adalah keluarga besar pengungsi dari Nduga. Ibu Elsina memiliki 3 anak diantaranya Keiros Lilbit, Kiabesum Lilbit, dan Eneagenus lilbit," kata Hesegeem

"Saya sudah di kenal oleh mereka. Mereka pun mendekati saya dan bersalaman. Saya sedih setelah lihat kesehatan anak-anak pengunsi itu. Kedua anak tersebut bernama Keiros dan Kiabesum Lilbit," tambahnya.

Ia menjelaskan, mereka tak mendapatkan pelayanan kesehatan dan mereka derita luka kudis dibagian kepala. Sementara, Eneagenus Lilbit mengalami luka kudis dibagian tangan kiri dan kanan. Kondisi mereka sangat sedih dan sangat prihatin.

"Sayang sekali mereka tidak mendapat pelayanan kesehatan yang baik. Butuh bantuan kesehataan. Semua pihak perlu ada kontribusi. Mereka tinggal di daerah Sinakma dekat kompleks RRI Wamena, Jalan Wamena Kimbim kabupaten Jayawijaya," ujarnya.

Sebelumnya, mama Elsina Karunggu bersama anak-anaknya hendak mengunjungi keluarga mereka yang tinggal di rumah kontrakan di jalan Sosial Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

"Kebetulan saya bertemu dengan mereka. Warga itu asal dari Distrik Jigi, Kabupaten Nduga, mereka adalah pengungsi dari Nduga sejak lama tinggal di Wamena," jelas aktivis HAM itu.

Setelah Theo Hesegem memposting gambar anak-anak yang mengalami penyakit Kudis sempat mendapatkan respon positif.

"Ada beberapa anak Tuhan menyumbang berupa uang, ada yang sumbang Rp1 juta, ada yang menyumbang Rp2,5 juta. Akhirnya hari ini dana yang diserahkan kepada nak-anak yang mengalami kesehatan buruk sekita Rp3,5 juta,"jelasnya.

Kata dia, uang yang dimaksud dikirim melalui rekening Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua. Kemudian bantuan yang dimaksud disalurkan langsung oleh Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua Theo Hesegem kepada anak-anak yang mengalami penyakit KUDIS.

Theo Hesegem pun mengantar mereka untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

"Mereka bukan hanya disuntik tetapi juga mendapat resep dari dokter untuk membeli Obat di apotik Studio Foto. Saya beryukur mantri juga menyampaikan saran dan masukan terkait dengan kebersihan, agar supaya mereka harus mandi setiap hari," ungkapnya.

Sangat luar biasa beberapa anak Tuhan yang telah mengulurkan tangan membantu anak-anak yang sedang mengalami kudis pada akhirnya penyakit yang mereka alami bisa menagani dalam waktu yang cepat.

Ada enam orang yang berobat hari ini diantaranya Keiros Lilbit, Ekiabesum Lilbit, Eneagenus lilbit, Pienus Lilbit Merlinus Lilbit, dan Elsina Karunggu.

"Para derita penyakit kudis mendapatkan pelayanan kesehatan dari Mantri Yakobus Wenda. Mudah-mudahan mereka dapat sembuh dari penyakit yang di alaminya. Kami harap semoga Tuhan Yesus bergerak hati orang lain juga untuk membantu teman-teman yang sedang mengalami penyakit kudis," pungkasnya.

Penulis : Jackson Ikomou
Editor : Jusrianto
#Penyakit Kudis #Pengungsi Nduga
Berikan Komentar Anda