IMF Sebut Pengangguran di RI Mengkhawatirkan, Tertinggi Kedua di Asia Pasifik
Angka ini membuat Indonesia mendapuk posisi kedua dengan angka pengangguran terbesar di negara berkembang di Asia Pasifik.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - International Monetary Fund (IMF) memberi alarm kepada pemerintah RI atas kenaikan angka pengangguran yang menembus 5% tahun ini. IMF menyebut, populasi pengangguran akan menjadi sandungan serius bagi kemajuan ekonomi Indonesia.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan proyeksi IMF tersebut hanya prediksi. Ia percaya diri (PD) prediksi itu bisa salah.
"Prediksi boleh saja, Itu menjadi sesuatu masukan, alarm buat kita. Tentu sekali lagi prediksi boleh saja, tapi tentu kita buktikan bahwa prediksi itu salah nantinya," kata Yassierli saat ditemui di JCC, Jakarta, Rabu (4/6/2025).
Yassierli mengaskan pemerintah terus mencari langkah terbaik untuk dapat menekan angka pengangguran. Ia menyebutkan pemerintah saat ini tengah melakukan koordinasi secara lintas kementerian untuk memperluas penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor.
Misalnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah berjalan saat ini mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Yassierli menambahkan, ia mendapatkan laporan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) sudah mulai melakukan pembangunan dan renovasi berbagai sekolah yang dinilai mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
"Kita datang ke kawasan industri, kawasan ekonomi, penciptaan lapangan kerja seperti apa? Lalu ada swasembada, lapangan kerjanya seperti apa?" katanya.
Sebelumnya Data dari Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) per April 2025 mengungkap persentase pengangguran di Indonesia menempati urutan kedua dalam negara berkembang di Asia. Tercatat, proyeksi angka pengangguran di Indonesia di 2025 menembus 5%.
Angka ini membuat Indonesia mendapuk posisi kedua dengan angka pengangguran terbesar di negara berkembang di Asia Pasifik. Terlebih, proyeksi angka ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan periode 2024 yang berada di angka 4,9%.
Sementara itu, urutan pertama diisi oleh China, dengan persentase sebesar 5,1% yang masih imbang dengan periode 2024. Lebih lanjut, di posisi ketiga angka pengangguran terbesar diisi oleh India dengan persentase 4,9%, diikuti oleh Filipina dengan persentase 4,5%, Malaysia dengan persentase 3,2%, Vietnam dengan persentase 2%, dan Thailand dengan persentase 1%.
