Berkat Program JKN, Yosep Jalani Pengobatan Diabetes dan Jantung tanpa Biaya
Yosep merasa bersyukur karena adanya Program JKN. Ia pun menekankan pentingnya Program ini untuk masyarakat.
TATOR, PEDOMANMEDIA - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan terus menunjukkan peran pentingnya dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat. Dengan prinsip gotong royong dan akses layanan yang setara, program ini memberikan harapan bagi masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk bagi mereka penderita penyakit kronis yang terbebani oleh biaya.
Salah satu peserta yang merasakan langsung manfaat besar dari Program JKN adalah Yosep Atawolo (65), warga asal Sesean, Kabupaten Toraja Utara. Yosep merupakan peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), yang iurannya ditanggung oleh pemerintah.
Saat ditemui oleh tim Jamkesnews, Yosep tengah menjalani kontrol rutin di Rumah Sakit Elim Rantepao akibat penyakit diabetes yang telah lama ia derita.
“Saya sebulan sekali ke RS Elim untuk kontrol rutin akibat penyakit diabetes yang telah bertahun-tahun saya derita. Dulu saya terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit akibat gula darah saya pernah naik hingga mencapai 600 mg/dL dan dirawat inap selama lima hari. Beruntung saat itu kondisi saya bisa segera ditangani oleh dokter dan bisa pulih kembali,” ungkap Yosep.
Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai petani ini mengaku harus suntik insulin untuk menjaga kadar gulanya agar tetap normal. Ia pun bersykur karena seluruh proses pengobatannya ditanggung oleh Program JKN.
“Kini untuk menjaga kadar gula tetap normal, saya rutin suntik insulin setiap hari sebanyak tiga kali, saat pagi, siang, dan malam. Sekarang kondisi gula darah saya perlahan mulai stabil. Tadi pada saat periksa, gula darah saya sudah turun jadi 196 mg/dL. Saya bersyukur karena semua proses pengobatan yang saya jalani telah ditanggung oleh Program JKN,” tambahnya.
Pengalamannya dalam memanfaatkan JKN ternyata tak berhenti sampai di situ. Selain diabetes, Yosep juga menderita penyakit jantung. Ia bahkan pernah dirujuk ke Makassar untuk menjalani operasi pemasangan ring jantung karena kondisi pembuluh darahnya yang tersumbat.
“Saya juga pernah sampai harus dirujuk ke rumah sakit di Makassar untuk menjalani operasi pemasangan stent setelah saya didiagnosa oleh dokter menderita penyakit jantung. Puji Tuhan, semua prosesnya berjalan dengan lancar,” kenangnya.
Yosep bersyukur karena seluruh proses pengobatan, mulai dari pemeriksaan, rawat inap, hingga operasi pemasangan stent, ditanggung sepenuhnya oleh Program JKN. Ia bahkan sempat mengira akan dikenakan biaya besar ketika dirujuk ke luar daerah, namun ternyata semua layanan diberikan tanpa biaya sepeser pun.
“Orang-orang bilang saya pasti harus bayar banyak karena dirujuk ke Makassar. Saya sudah pasrah, tapi ternyata semuanya ditanggung Program JKN. Saya tidak keluar biaya sama sekali dan membuat saya lega. Saya dan keluarga hanya mengeluarkan biaya untuk transportasi saja,” tuturnya dengan penuh rasa syukur.
Meski menderita penyakit yang berat tidak membuat pria paruh baya ini patah semangat. Melalui dukungan keluarga, para tenaga medis, dan Program JKN membuatnya bangkit untuk melawan penyakit ini.
Di akhir wawancara, Yosep merasa bersyukur karena adanya Program JKN. Ia pun menekankan pentingnya Program ini untuk masyarakat. Apalagi bagi penderita penyakit kronis. Program JKN sangatlah bermanfaat kehadirannya yang dimana penderitanya membutuhkan pengobatan secara rutin tanpa memikirkan biaya.
“Terima kasih untuk Pemerintah berkat program yang luar biasa ini banyak masyarakat yang telah terbantu terutama untuk para penderita penyakit kronis seperti saya. Jika bukan karena program ini, saya mungkin tidak tahu bagaimana membiayai semua pengobatan saya yang harus memerlukan perawatan secara rutin,” tutupnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
