Tak Lagi Cemas, Berbekal JKN Lisa Tenang Dampingi Sang Buah Hati Jalani Pengobatan Kulit
Lebih jauh, Lisa juga menyadari betapa pentingnya memiliki jaminan kesehatan bagi setiap keluarga.
TATOR, PEDOMANMEDIA - Bagi seorang ibu, kesehatan anak adalah segalanya. Perasaan cemas, takut, dan panik kerap kali datang menyelimuti saat melihat si buah hati sakit. Tak terkecuali bagi Lisa Siang (33), seorang ibu rumah tangga asal Makale, Kabupaten Tana Toraja.
Perasaan panik menyelimuti Lisa ketika melihat adanya benjolan kemerahan di hidung anaknya yang masih bayi.
“Awalnya hanya berupa goresan merah di hidung, tapi lama-kelamaan membesar, memerah dan tampak seperti berair. Tapi untungnya luka itu tidak membuat anak saya sampai rewel,” cerita Lisa saat ditemui Tim Jamkesnews di Rumah Sakit Elim Rantepao.
Meski benjolan itu tidak memberikan masalah kesehataan yang serius pada bayinya, Lisa tetap merasa khawatir, mengingat usia anaknya yang masih sangat rentan.
“Saya tidak bisa menahan rasa cemas, piikiran saya sempat ke mana-mana, apalagi anak saya masih bayi. Saya takut kalau benjolan itu terjadi infeksi atau semakin membesar,” tambahnya.
Berbekal kepesertaan aktif sebagai peserta JKN, Lisa segera membawa anaknya ke fasilitas kesehatan terdekat. Ia memulai menjalani pemeriksaan di Puskesmas Makale, faskes pertama ia terdaftar, kemudian dirujuk ke Poli Spesialis Kulit dan Kelamin di RS Elim Rantepao.
“Sesuai dengan alurnya saya membawa bayi saya ke Puskesmas Makale dan atas indikasi medis, puskesmas merujuk kami ke RS Elim Rantepao tepatnya di Poli Spesialis Kulit dan Kelamin untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah pemeriksaan oleh dokter, kekhawatiran saya akhirnya sirna. Dokter menjelaskan bahwa benjolan di hidung bayi saya bukanlah sesuatu yang berbahaya. Dokter mengatakan itu hanya tanda lahir biasa yang disebabkan oleh hormon, yang nantinya bisa menghilang dengan sendirinya,” kata Lisa dengan lega.
Ibu dari tiga anak ini mengaku beruntung, sebab ia sudah terdaftar sebagai peserta JKN di segmen Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU BU), menjadi tanggungan dari suaminya yang merupakan pekerja swasta.
Ia merasa sangat bersyukur karena bayinya langsung didaftarkan menjadi peserta JKN sejak lahir, sehingga tidak perlu lagi khawatir mengenai akses layanan kesehatan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Dalam kondisi seperti ini keberadaan Program JKN jadi penolong untuk saya dan keluarga. Untungnya bayi saya juga sudah langsung terdaftar di Program JKN sejak lahir. Jadi kalau ada situasi seperti ini, saya sudah tenang karena anak saya bisa langsung mendapat pelayanan kesehatan tanpa harus repot mengurus administrasi atau khawatir soal biaya,” jelas Lisa.
Lisa mengaku sangat bersyukur atas keberadaan Program JKN. Ia merasa program ini memberikan perlindungan yang sangat berarti, khususnya dalam kondisi mendesak seperti yang ia alami. Ia tidak perlu lagi takut akan biaya rumah sakit yang mahal, karena seluruh biaya pemeriksaan telah ditanggung oleh Program JKN.
“Puji Tuhan, semuanya berjalan lancar. Dari pendaftaran sampai pemeriksaan, prosesnya tidak ribet dan layanannya juga sangat baik. Saya benar-benar merasa tenang karena anak saya bisa mendapatkan perawatan tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan,” ungkapnya.
Lebih jauh, Lisa juga menyadari betapa pentingnya memiliki jaminan kesehatan bagi setiap keluarga, terutama yang memiliki anak kecil. Ia menyarankan agar masyarakat tidak ragu untuk mendaftar sebagai peserta JKN, sebagai langkah antisipasi terhadap risiko kesehatan yang tidak dapat diprediksi..
“Saya sangat bersyukur karena saat dibutuhkan, JKN hadir dan membantu kami. Untuk para orang tua, penting sekali punya jaminan kesehatan, karena kita tidak tahu kapan sakit akan datang. Dengan menjadi peserta JKN, setidaknya kita sudah punya perlindungan,” tutupnya.
