MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Program iuran sampah gratis bagi warga miskin ekstrem yang digagas oleh Wali Kota Makassar merupakan sebuah kebijakan afirmatif yang sangat penting dalam konteks pembangunan kota yang inklusif.
Hal ini dikemukakan oleh Anggota Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI Prof. Dr. Mustari Mustafa. Ia menjelaskan bahwa secara sosiologis program ini membuktikan bahwa negara dalam hal ini pemerintah hadir untuk kaum rentan.
Sebagai contoh kata Prof Mustari, dalam masyarakat yang berstratifikasi secara ekonomi, kebijakan gratis iuran sampah ini menjadi bentuk redistribusi tanggung jawab sosial, di mana negara-pemerintah hadir untuk mengurangi beban ekonomi warga miskin ekstrem.
"Ini juga bentuk pengakuan terhadap ketimpangan struktural, bukan (kemiskinan) sebagai kegagalan individu," ungkapnya.
Selain itu menurut mantan atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Thailand ini bahwa program ini sebenarnya dapat berimplikasi pada penguatan kohesi sosial. Dengan menghapus iuran bagi warga miskin, pemerintah memperkuat rasa memiliki kota (sense of belonging) bagi kelompok marjinal.
Lanjutnya, kebijakan Ini dapat mendorong mereka untuk ikut serta dalam perawatan kota (kebersihan, pengelolaan sampah), karena mereka merasa dihargai dan diperhatikan.
"Dari perspektif Filosofis, ada teori Filsafat Keadilan yang dikemukakan oleh John Rawls. Yang menekankan pentingnya perlakuan istimewa terhadap yang paling tidak beruntung dalam masyarakat. Maka program ini mencerminkan prinsip fairness pemerintah berpihak kepada yang paling rentan, demi menciptakan keadilan substantif, bukan hanya keadilan formal. Mari kita cek kesenyawaan program ini dengan teori jaminan pelayanan dasar bagi semua warganya : Seperti mencegah eksklusi sosial, memberi subsidi atau layanan gratis kepada yang tak mampu ucap presidium KAHMI Sulsel ini," paparnya.
Maka dalam konteks ini, layanan pengelolaan sampah meski sering dianggap teknis sebenarnya adalah hak atas lingkungan bersih dan bagian dari hak sosial dasar kunci Guru Besar Filsafat ini.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Makassar Siap Jadi Tuan Rumah MTQ KORPRI 2026, Dipusatkan di Karebosi
-
Hadapi El Nino Godzilla, Appi Minta BPBD Siapkan Penanganan Terencana
-
Makassar-Jepang Lanjutkan Kerja Sama: Kelola Sampah-Atasi Macet
-
May Day 2026 di Makassar, Appi Janjikan Meriah-Dialogis, tak Ada Long March
-
RSUD Daya Kini Dilengkapi Cathlab, Wawali Aliyah: Lompatan Besar Layanan Kesehatan