TORUT, PEDOMANMEDIA - Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong merespons dugaan adanya honorer siluman yang lolos seleksi PPPK tahap II 2024. Bupati Frederik menegaskan pihaknya tengah mengumpulkan bukti-bukti otentik atas dugaan kecurangan itu.
"Tadi saya sudah meminta Pak Sekda dan Bu Kaban memberi penjelasan dan meminta data serta bukti," kata Frederik kepada PEDOMANMEDIA, Rabu, 2 Juli 2025.
Seperti diketahui, 1 Januari 2025 lalu Pemkab Toraja Utara resmi mengeluarkan pengumuman hasil seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II tahun 2024. Sebanyak 961 orang mengikuti proses seleksi, dan 162 orang dinyatakan lulus.
Namun, terdapat dugaan bahwa di antara 162 orang yang lulus tersebut ada pendaftar honorer siluman yang tidak seharusnya lolos seleksi.
Honorer siluman adalah honorer yang tidak terdata dalam database honorer, tapi terdaftar saat seleksi PPPK. Mereka diduga diselundupkan lewat oknum-oknum tertentu di OPD.
Frederik menegaskan, pihaknya sedang mencari bukti otentik terkait adanya kecurangan tersebut. Menurutnya, langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengusut tuntas kasus tersebut dan memastikan integritas proses seleksi PPPK.
Dia pun meminta Inspektorat untuk turun tangan.
"Jika terbukti ada penyimpangan, saya minta Inspektorat untuk ditindaklanjuti," imbuh Frederik.
Penulis : Gista
BERITA TERKAIT
-
Ikuti Asistensi APBL, Program Lembang Salu Sopai Kini Lebih Terarah
-
Dorong Transparansi, 111 Lembang di Toraja Utara Lakukan Asistensi APBL di Dinas PML
-
Bupati Frederik Minta Warga Torut Tanamkan Budaya Malu Soal Kebersihan
-
Pemkab Torut Raih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) 2026
-
Telan Rp12,3 M, Bupati Frederik Resmikan Jembatan Termahal di Torut