Muh. Syakir : Jumat, 01 Agustus 2025 20:04
Ibnu Hajar

WAJO, PEDOMANMEDIA - Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Wajo Ibnu Hajar menyoroti kondisi infrastruktur di Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, yang menjadi langganan banjir setiap tahun. Ibnu menyebut, banjir di Belawa berdampak sangat kompleks.

"Belawa selalu menjadi langganan banjir sejak 5 tahun terakhir. Di mana hal tersebut menyebabkan kerugian materi dan gagal panen," ujar Ibnu Hajar, Jumat (1/8/2025).

Ibnu mengakui, setiap melakukan pertemuan dan berinteraksi dengan warga Belawa hal tersebut selalu diutarakan. Menurut warga pesisir danau, banjir yang sering datang adalah dampak dari bendungan gerak di Kecamatan Tempe.

"Warga menilai keberadaan Bendungan Gerak Tempe tersebut harus di tinjau ulang karena sangat merugikan masyarakat dan dianggap menjadi salah satu faktor penyebab. Karena sejatinya pembangunan adalah untuk meningkatkan perekonomian rakyat bukan malah menyengsarakan rakyat," ucapnya.

Karena itu, Ibnu meminta Pemkab Wajo lebih peka melihat kondisi tersebut. Ia menyarankan adanya langkah-langkah yang lebih strategis agar perbaikan infrastruktur r dilakukan lebih terencana.

"Masyarakat belawa sudah 5 tahun menderita akibat banjir yang susah di prediksi datangnya dan mengakibatkan gagal panen berlanjut dan kerugian setiap musim. Bahkan banyak warga pergi merantau karena sudah tidak ada lagi harapan untuk hidup di Belawa dan hutang yang bertumpuk di bank dan pedagang," urai Ibnu.

Sebagai perwakilan rakyat Belawa, Ibnu meminta Pemkab Wajo memberi perhatian. Kata dia, infrastruktur tidak boleh hanya berfokus pada wilayah perkotaan.

"Jangan hanya fokus kepada wilayah kota atau Kecamatan Tempe. Di mana tahun 2025 ini Pemkab Wajo memberikan anggaran Rp4 miliar untuk penanganan banjir Kecamatan Tempe. Sedangkan nasyarakat Kecamatan Belawa sudah bertahun tahun menderita akibat banjir namun tidak diberikan anggaran. Jangankan disentuh anggara kunjungan dari pemerintah daerah saja jarang apalagi berbentuk anggaran," imbuhnya.