Muh. Syakir : Jumat, 08 Agustus 2025 10:52
Munafri Arifuddin

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin tengah merancang pembangunan pabrik es di Pulau Barrang Lompo. Pemkot akan menggandeng Unhas dan investor asal Jepang.

Selain itu, sejumlah inisiatif telah disiapkan untuk memperkuat akses pendidikan, transportasi, dan perekonomian masyarakat pulau. Appi menargetkan 2026 proyeksi ini bisa dimulai.

“Kami punya perhatian penuh terhadap masyarakat di pulau. Kita tidak ingin pembangunan hanya terjadi di daratan. Potensi dan kebutuhan masyarakat kepulauan harus menjadi prioritas,” tegas Munafri di Balai Kota Makassar, Kamis (7/8/2025).

Wilayah kepulauan Makassar meliputi Pulau Kodingareng, Pulau Barrang Caddi, Pulau Barrang Lompo, Pulau Langkai, Pulau Lanjukang, Pulau Lumu-Lumu, dan Pulau Bone Tambu, yang seluruhnya masuk dalam Kecamatan Kepulauan Sangkarrang.

Salah satu program unggulan Pemkot Makassar adalah rencana mendirikan Sekolah Rakyat dan menjalankan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah kepulauan. Munafri menegaskan bahwa anak-anak di pulau harus memiliki akses pendidikan dan gizi yang setara dengan wilayah daratan.

“Kalau perlu sekolah boarding (asrama), kami siapkan tempatnya. Tinggal kami cari aset Pemkot yang memungkinkan untuk dibangun,” jelas politisi Golkar itu.

Pemkot kini tengah memetakan aset di Barrang Lompo dan Barrang Caddi sebagai lokasi sekolah dan pusat distribusi MBG. Tantangan keterbatasan lahan diantisipasi dengan koordinasi bersama Kementerian PUPR terkait kemungkinan pengecualian tata ruang khusus untuk pulau.

Selain pendidikan, Pemkot menyiapkan dua unit kapal dinas untuk mendukung mobilitas warga, distribusi logistik, dan akses wisata. Kapal ini akan dikelola oleh pihak kecamatan dan dapat digunakan oleh tenaga pengajar atau tenaga kesehatan yang bertugas di pulau.

“Pelayanan harus cepat dan efisien, tidak lagi bergantung pada jadwal penuh seperti sebelumnya,” kata Munafri.

Pemkot Makassar juga menggandeng Universitas Hasanuddin (Unhas) dan mitra dari Jepang untuk membangun pabrik es di Pulau Barrang Lompo. Fasilitas ini diharapkan mampu menjaga kualitas hasil laut sekaligus mendorong perdagangan antar pulau.

“Dengan adanya pabrik es, masyarakat bisa mengawetkan ikan sesuai standar. Ini akan menarik pembeli dan menggerakkan ekonomi pulau,” jelasnya.

Munafri menegaskan bahwa seluruh kebijakan Pemkot di wilayah kepulauan harus berbasis riset, bukan sekadar proyek sementara.

“Saya selalu tekankan, semua intervensi di pulau harus melalui kajian ilmiah supaya tidak asal-asalan. Kita ingin bantu masyarakat dengan pendekatan yang benar dan berkelanjutan,” pungkasnya.