TATOR, PEDOMANMEDIA - Lebih dari satu dekade, BPJS Kesehatan terus memberikan penjaminan layanan kesehatan yang berkualitas bagi pesertanya. Banyak masyarakat telah merasakan langsung kemudahan dan manfaat dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), termasuk manfaat pelayanan gigi tanpa beban biaya.
Emerlinda Nawul (25), peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), yang memanfaatkan kepesertaannya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gigi di Puskesmas Rantepao.
Wanita yang akrab disapa Linda ini menceritakan bahwa rasa nyeri pada giginya sudah ia rasakan sejak lama akibat gigi geraham bawahnya berlubang. Awalnya, ia hanya mengonsumsi obat pereda nyeri yang dibelinya di warung. Namun, lama-kelamaan rasa nyerinya tidak juga mereda dan bahkan membuatnya sulit makan dan tidur .
“Gigi geraham bagian bawah saya sudah lama berlubang, saya sering keluhkan rasa sakit karena itu. Biasanya saya minum obat yang dibeli di warung, tapi lama-lama sudah tidak mempan. Akhirnya saya coba ke Puskesmas untuk diperiksa,” ungkapnya saat ditemui di Puskesmas Rantepao, Selasa (29/07).
Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menyampaikan bahwa kondisi giginya sudah tidak memungkinkan untuk ditambal dan harus segera dicabut agar tidak menimbulkan infeksi lebih lanjut. Dokter kemudian meresepkan obat untuk meredakan nyeri sebelum tindakan pencabutan dilakukan.
“Pertama datang, dokter bilang kalau gigi saya harus dicabut jadi saya diberi obat dulu untuk meredakan nyeri. Setelah beberapa hari sakitnya berkurang, saya kembali lagi ke puskesmas dan dokter langsung melakukan pencabutan,” jelasnya.
Ibu muda ini bersyukur semua proses yang dilalui mulai dari pemeriksaan awal, pencabutan gigi, hingga kontrol, berjalan dengan lancar tanpa ada kendala dan semuanya telah ditanggung BPJS Kesehatan. Selain itu, ia mendapatkan pelayanan yang baik dari petugas puskesmas.
Menurutnya, dokter dan tenaga medis yang menangani sangat ramah, komunikatif, dan selalu memberikan penjelasan sebelum melakukan tindakan. Hal ini membuatnya merasa tenang setiap kali datang berobat.
”Berkat kepesertaan aktif JKN semua prosedur yang saya lalui telah di-cover oleh BPJS Kesehatan. Saya bersyukur karena meski berobat di puskesmas, layanan yang diberikan suah memuaskan, fasilitasnya juga lengkap jadi tak khawatir waktu berobat. Para tenaga medis hingga dokter juga ramah dan melayani saya dengan baik,” tambahnya.
Untuk memudahkan akses informasi JKN, Linda juga telah menggunakan Aplikasi Mobile JKN di ponsel pintarnya. Melalui aplikasi tersebut, ia bisa mengecek status kepesertaan dan Kartu JKN Digital, sehingga tidak khawatir jika lupa membawa kartu fisik.
“Kadang saya lupa bawa kartu, tapi sekarang cukup tunjukkan KIS Digital pada Mobile JKN, sudah bisa dilayani. Di aplikasi juga bisa cek apakah kartu masih aktif, ubah data, bahkan ambil antrean secara online,” jelasnya.
Fitur antrean online pada Aplikasi Mobile JKN, menurut Linda sangat membantu untuk mengatur jadwal kunjungan ke fasilitas kesehatan. Ia bisa memilih tanggal dan poli tujuan, sehingga saat hari kunjungan tidak perlu antre lama di tempat.
“Waktu cabut gigi kemarin, saya juga pakai fitur antrean online, Jadi datangnya pas giliran, lebih efisien dan tidak perlu lama menunggu,” ujarnya.
Kini, Linda menjalani kontrol rutin untuk memeriksa kondisi gusinya dan memastikan tidak ada infeksi atau komplikasi pasca pencabutan. Ia juga diberikan saran terkait pola makan dan cara merawat gigi agar terhindar dari masalah serupa di kemudian hari. Bagi Linda, Program JKN adalah jaminan rasa aman ketika sakit. Ia berharap program ini terus berjalan dan semakin banyak masyarakat yang bisa memanfaatkannya.
“Kalau kartu aktif, mau sakit apa pun jadi tenang karena semua dijamin. Saya sangat bersyukur menjadi peserta JKN,” tutupnya.
BERITA TERKAIT
-
Marsi Ungkap Rasa Syukur, Berkat JKN Operasi Usus Buntu Lancar Tanpa Biaya
-
Program JKN Ringankan Beban Nining Saat Anak Jalani Pengobatan
-
Jawab Kebutuhan Peserta, Direksi Baru BPJS Kesehatan Beberkan 8 Program Andalan
-
BPJS Keliling Permudah Akses Layanan Administrasi JKN bagi Warga Toraja Utara
-
Setahun Berjuang Atasi Gangguan Saraf Wajah, Margaretha Ruruk Bersyukur Ada JKN