BPJS Kesehatan Goes to Campus, Mahasiswa STIKES Lakipadada Dibekali Literasi JKN
Mahasiswa diharapkan mampu menjadi jembatan pengetahuan sekaligus penggerak kepedulian masyarakat terhadap program jaminan kesehatan.
TATOR PEDOMANMEDIA - BPJS Kesehatan Cabang Makale menggelar kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Lakipadada Tana Toraja, Jumat (12/09). Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa tentang arti penting Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam kerangka keadilan sosial dan menjadi agen literasi kesehatan di lingkungan sekitar, dengan menyebarkan pentingnya jaminan kesehatan yang berkualitas melalui Program JKN.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Makale, Natalia Panggelo menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan terus berupaya menghadirkan layanan yang merata, mudah diakses, dan setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi sarana untuk memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai bagaimana program JKN bekerja, apa saja manfaatnya bagi peserta, serta mengapa keberlanjutannya harus dijaga bersama. Program JKN memberikan kepastian dan rasa aman bagi masyarakat. Layanan harus bisa diakses siapa pun dengan standar yang sama, tanpa membedakan latar belakang ekonomi,” ungkap Natalia saat menyampaikan materi dengan tema Mudah, Cepat, Setara: Wujud Nyata Social Health Insurance yang Terpercaya.
Selain menekankan aspek pemerataan, Natalia juga menyoroti pentingnya transformasi digital dalam penyelenggaraan layanan kesehatan. Menurutnya, inovasi digital merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda di era serba cepat. Ia mencontohkan berbagai terobosan, mulai dari antrean online di Aplikasi Mobile JKN, hingga PANDAWA (Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp) yang terbukti memudahkan masyarakat dalam mengurus administrasi kepesertaan.
“Generasi sekarang adalah generasi digital. Karena itu, layanan BPJS Kesehatan juga harus beradaptasi. Inovasi ini bukan sekadar tambahan, melainkan strategi besar untuk mempermudah peserta dalam mengakses layanan kesehatan,” ungkapnya.
Natalia berharap mahasiswa tidak hanya menjadi peserta JKN yang merasakan manfaat dari program ini, tetapi juga menjadi agen perubahan yang menyuarakan pentingnya gotong royong dalam menjaga keberlanjutan JKN untuk seluruh rakyat Indonesia.
Dosen STIKES Lakipadada, Vera Dwiyanti, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat terutama bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan diri untuk terjun langsung ke masyarakat.
Menurutnya, pembekalan seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa, mengingat mereka akan segera melaksanakan praktek komunitas, dimana mahasiswa terjun langsung ke lapangan untuk mengamalkan ilmu kesehatan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Saya sangat berterima kasih kepada pihak BPJS Kesehatan yang telah hadir di sini. Mahasiswa kami jadi semakin paham tentang pentingnya Program JKN dan perannya dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Mahasiswa yang hadir saat ini merupakan mahasiswa semester 7 yang akan mengikuti Praktek Komunitas dan nnatinya ketika turun di lapangan dapat mengedukasi masyarakat, terutama bagi masyarakat yang sedang mengakses layanan kesehatan di fasilitas kesehatan namun belum sepenuhnya mengerti tentang prosedur maupun manfaat Program JKN,” jelas Vera.
Natalia menyampaikan apresiasi atas antusiasme mahasiswa STIKES Lakipadada Tana Toraja. Menurutnya, generasi muda berperan penting dalam menyebarkan informasi yang benar terkait Program JKN agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat.
“Melalui kegiatan Goes To Campus ini, kami ingin membekali mahasiswa dengan pemahaman yang komprehensif tentang Program JKN. Harapannya, mereka dapat menjadi agen edukasi di tengah masyarakat dan membantu memperkuat prinsip gotong royong dalam penyelenggaraan Program JKN,” jelasnya.
Dengan semangat kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan dunia akademik, kegiatan Goes to Campus di STIKES Lakipadada Tana Toraja ini menjadi momentum penting dalam memperluas pemahaman generasi muda mengenai JKN.
Mahasiswa diharapkan mampu menjadi jembatan pengetahuan sekaligus penggerak kepedulian masyarakat terhadap program jaminan kesehatan yang telah memberikan perlindungan kepada lebih dari 270 juta penduduk Indonesia.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
