Akses Layanan Kesehatan, Program JKN Jadi Andalan Ima dan Keluarga
Ima berharap agar Program JKN ini bisa terus berlanjut dan semakin baik dalam pelaksanaannya.
TATOR, PEDOMANMEDIA - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah menjadi penopang penting bagi kesehatan masyarakat, terutama bagi mereka yang terbatas dalam segi finansial. Dengan adanya gotong royong dari seluruh peserta JKN, layanan kesehatan dapat dirasakan secara merata dan memberikan harapan baru bagi banyak keluarga di Indonesia, termasuk bagi keluarga Ima Muslimah (29) yang telah terlindungi Program JKN.
Rasa lega dan tenang terpancar dari wajah Ima ketika menemani sang ibu, Hartati (54), yang tengah menjalani kontrol kesehatan di Rumah Sakit Fatima. Warga asal Buntu Sarong, Kecamatan Masalle, Kabupaten Enrekang ini menjadi peserta Program JKN melalui segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Selama ini, Program JKN sangat membantu ibunya dalam mendapatkan layanan kesehatan tanpa terbebani biaya.
“Ibu saya sering mengeluhkan rasa sakit di kepalanya. Karena sudah tidak tahan, kami membawanya ke Puskesmas Masalle. Dari situ, ibu dirujuk ke Rumah Sakit Fatima untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Ternyata setelah diperiksa, kolestrolnya tinggi sehingga harus kontrol secara rutin dan ini kali kedua kami datang ke Poli Penyakit Dalam untuk kontrol,” tutur Ima saat ditemui sedang menunggu giliran ibunya diperiksa, Kamis (18/09).
Wanita yang telah terdaftar sebagai Peserta PBI JK sejak 2018 ini sering menggunakan kepsertaan JKN saat berobat termasuk di saat darurat. Seperti ketika ibunya tiba-tiba harus dirawat inap karena terkena usus buntu. Sekitar empat bulan lalu, Hartati menjalani operasi usus buntu di RS Fatima.
Meski begitu, ia tak khawatir karaena seluruh proses pengobatan, termasuk biaya rawat inap dan tindakan operasi, ditanggung sepenuhnya oleh Program JKN. Hal ini membuat keluarga sangat terbantu karena tidak perlu memikirkan biaya besar yang biasanya harus dikeluarkan untuk operasi.
“Empat bulan lalu, ibu saya masuk rumah sakit karena usus buntu dan harus menjalani operasi. Syukurlah semua biayanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan melalui Program JKN. Kalau dihitung-hitung, operasi itu pasti mahal sekali, bisa jutaan rupiah. Kami bersyukur tidak ada biaya yang harus kami keluarkan,” tambahnya.
Ia juga menilai bahwa pelayanan di RS Fatima sangat memuaskan. Para tenaga kesehatan yang ditemui selalu memberikan penjelasan dengan baik terkait kondisi ibunya dan langkah perawatan yang harus dijalani. Perawat pun dinilai sangat sigap dan perhatian terhadap pasien.
“Selama ini pelayanan di RS Fatima bagus sekali. Perawatnya juga baik, mereka sabar melayani pasien. Kami merasa diperhatikan dan tidak dibeda-bedakan meskipun berobat menggunakan BPJS Kesehatan. Itu yang membuat kami semakin yakin bahwa program ini benar-benar hadir untuk masyarakat kecil seperti kami,” ungkapnya.
Program JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan memang memberikan perlindungan kesehatan menyeluruh bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat di pelosok daerah. Peserta JKN, seperti Hartati, mendapat jaminan penuh dari pemerintah sehingga bisa berobat tanpa dipusingkan oleh masalah biaya.
“Kalau tidak ada Program JKN, saya tidak tahu bagaimana kami bisa membiayai pengobatan ibu. Dengan adanya program ini, kami tidak perlu khawatir lagi kalau sakit. Tinggal fokus berobat dan mengikuti anjuran dokter,” imbuh Ima.
Ima berharap agar Program JKN ini bisa terus berlanjut dan semakin baik dalam pelaksanaannya. Ia mengajak masyarakat, khususnya yang sudah menjadi peserta JKN, untuk menggunakan kartu JKN dengan sebaik-baiknya dan mengikuti aturan yang ada.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih karena ibu saya bisa berobat dengan baik tanpa terbebani biaya. Harapan saya, Program JKN ini tetap ada sampai kapan pun, karena sangat membantu orang-orang kecil seperti kami. Semoga masyarakat juga sadar pentingnya memiliki JKN, karena kita tidak pernah tahu kapan sakit datang,” tuturnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
