Jumat, 31 Oktober 2025 14:14

Program JKN Dampingi Rita Sambut Kelahiran Anak Pertama Tanpa Biaya

Rita Tasik Karaeng (31)
Rita Tasik Karaeng (31)

Sebagai bentuk rasa syukur, Rita juga mengajak masyarakat yang belum menjadi peserta JKN agar segera mendaftar.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi sangat penting untuk memberikan perlindungan terhadap diri sendiri apabila jatuh sakit di lain waktu.

Bukan hanya itu, dengan menjadi peserta, masyarakat bisa tenang dalam mengakses pelayanan di seluruh fasilitas kesehatan kapan pun dan dimana pun ketika dibutuhkan, begitu juga dalam proses persalinan.

Momen melahirkan adalah saat yang paling mendebarkan bagi setiap ibu. Hal yang sama dirasakan oleh Rita Tasik Karaeng (31), warga Tabang, Kabupaten Mamasa, yang baru saja melahirkan anak pertamanya di Rumah Sakit Fatima. Saat ini ia tengah menjalani kontrol pertama pasca persalinan.

Baca Juga

“Seminggu yang lalu saya melahirkan anak pertama melalui operasi sesar di RS Fatima. Saat ini saya sedang menjalani kontrol pertama pascaoperasi untuk memastikan kondisi saya dan bayi tetap sehat,” jelas Rita saat ditemui di RS Fatima, Kamis (18/9).

Awalnya ia berharap bisa melahirkan secara normal. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, ternyata ada indikasi medis yang mengharuskan dirinya menjalani operasi sesar demi keselamatan dia dan bayinya. Dengan kondisi tersebut, ia pun langsung dirujuk ke Rumah Sakit Fatima untuk mendapatkan tindakan operasi.

“Waktu pemeriksaan terakhir di puskesmas, dokter mengatakan saya harus menjalani operasi karena ada indikasi medis. Jadi saya langsung diberikan rujukan ke rumah sakit. Saat waktunya melahirkan, saya segera datang ke rumah sakit, dan keesokan harinya tepat pada 9 September, saya melahirkan anak pertama saya melalui operasi caesar. Saya sangat bersyukur karena operasinya berjalan lancar,” tambahnya.

Tak hanya itu, wanita yang baru saja menjadi seorang ibu ini juga merasa lega karena seluruh biaya operasi dan perawatan yang dijalaninya telah ditanggung sepenuhnya oleh Program JKN. Terdaftar sebagai peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), Rita tidak perlu membayar iuran bulanan karena sudah ditanggung oleh pemerintah.

“Kalau tidak ada JKN, saya tidak bisa membayangkan berapa biaya yang harus kami keluarkan untuk operasi sesar. Kalau berobat umum, pasti biayanya tentu besar sekali, apalagi untuk operasi bisa berjuta-juta, jadi saya benar-benar bersyukur karena semua sudah ditanggung penuh oleh Program JKN,” ungkapnya.

Rita merasa beruntung karena dirinya dan keluarga sudah terlindungi oleh Program JKN. Ia menilai, jika harus menanggung biaya sendiri, tentu akan sangat memberatkan kondisi keuangan keluarga. Menurutnya, JKN benar-benar menjadi penolong terutama bagi masyarakat kecil.

“Sejak awal kehamilan, saya dan suami sudah menyiapkan diri. Saya memastikan diri untuk terdaftar sebagai peserta JKN agar saat melakukan pemeriksaan kehamilan tidak ada kendala. Untungnya ketika kami memeriksa ke puskesmas, kepesertaan saya aktif sehingga membuat saya merasa lega,” ungkapnya.

Selama menjalani perawatan, pelayanan yang ia terima tidak berbeda dengan pasien lain. Dokter dan tenaga kesehatan selalu memberikan pelayanan yang optimal. Ia menegaskan bahwa anggapan miring tentang perbedaan pelayanan pasien JKN dan pasien umum tidaklah benar.

“Bagi saya, yang terpenting adalah kami merasa aman dan tenang. Dokter dan perawat di rumah sakit melayani dengan sepenuh hati. Saya tidak merasakan adanya perbedaan sama sekali, semua pasien diperlakukan sama,” ujarnya.

Sebagai bentuk rasa syukur, Rita juga mengajak masyarakat yang belum menjadi peserta JKN agar segera mendaftar. Ia menekankan pentingnya memiliki jaminan kesehatan sejak dini, karena sakit atau kebutuhan medis seperti persalinan tidak bisa diprediksi waktunya.

“Pesan saya, jangan menunggu sakit dulu baru mendaftar, lebih baik antisipasi sejak awal. Kalau tiba-tiba sakit atau saat melahirkan, kita sudah punya perlindungan kesehatan, jadi tidak khawatir lagi kalau mau berobat,” tutupnya.

Editor : Muh. Syakir
#BPJS Kesehatan #Program JKN
Berikan Komentar Anda