Muh. Syakir : Selasa, 29 April 2025 16:44

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA – Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, Andi Pahlevi, menyoroti peran vital organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, lebih dari 30 OPD di lingkup Pemerintah Kota Makassar kini berada di bawah pengawasan ketat, khususnya oleh Komisi A yang membidangi pemerintahan.

Namun, Pahlevi mengungkapkan kenyataan yang masih jauh dari kata ideal.

Tantangan besar masih membayangi, terutama dalam pengawasan perizinan serta persoalan pelik keberadaan gudang-gudang dalam kota yang kerap menuai keluhan warga.

“Memang ada keluhan di beberapa kecamatan yang butuh perhatian. Tapi, sejauh ini berdasarkan pelaksanaan reses, keluhan-keluhan mendasar mulai berkurang,” ujar Pahlevi dengan nada optimis, seolah ingin meyakinkan bahwa perubahan sedang berlangsung, walau perlahan.

Masalah gudang dalam kota, baginya, bukan semata soal izin, tetapi juga tentang kurangnya pemahaman. Banyak pelaku usaha yang belum mengerti perbedaan antara toko dan gudang dalam konteks regulasi pemerintah.

“Ini butuh edukasi lebih masif dari pemerintah. Jangan biarkan ketidaktahuan menjadi alasan kekeliruan yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Namun, kegelisahan terbesar Pahlevi terletak pada pelayanan dasar di tingkat kelurahan. Dengan suara yang menggetarkan nurani, ia menceritakan pengalaman reses yang membawanya menyaksikan kondisi memilukan.

“Kami melihat langsung, ada kantor lurah yang saat hujan, pegawainya harus keluar karena atapnya bocor, ruangannya tidak layak. Ini bukan sekadar bangunan rusak, ini cermin kegagalan kita melayani warga,” ungkapnya penuh keprihatinan.

Tidak berhenti di situ, Pahlevi juga menyoroti stigma buruk pelayanan birokrasi yang berbelit. Menurutnya, aparatur di kelurahan harus siap melayani kapan saja, tanpa mengenal batas jam kerja.

“Harus siap 24 jam. Minimal, kalau ditelepon, ada yang merespons,” katanya, seolah menyerukan semangat baru untuk membongkar tembok ketidakpedulian.

Dalam menghadapi perubahan kepemimpinan di Kota Makassar, Andi Pahlevi mengajak semua pihak untuk tidak terjebak dalam dinamika politik yang merugikan masyarakat.

Program-program yang sudah berjalan baik harus diteruskan, dan kekurangan harus segera diperbaiki.

“Kami lihat program Wali Kota cukup merakyat. Tinggal bagaimana kami mengawasi agar program itu benar-benar terlaksana,” ujarnya, menandaskan komitmen DPRD dalam menjaga akuntabilitas.

Melalui berbagai reses, keluhan-keluhan warga tercatat rapi: mulai dari pengelolaan sampah gratis, perbaikan infrastruktur hingga masalah banjir yang setiap musim hujan selalu menghantui.

Pahlevi menyampaikan harapan besar kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih, Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham, agar persoalan klasik ini tidak lagi sekadar menjadi catatan usang.