Kamis, 20 November 2025 14:40

Magdelana Bersyukur, JKN Hadir Menemani Sang Ayah Melawan Stroke

Nikolaus Surauran, penderita stroke yang dijamin Program JKN.
Nikolaus Surauran, penderita stroke yang dijamin Program JKN.

Magdelana menyampaikan harapannya agar Program JKN dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Di atas kursi roda, seorang pria paruh baya tampak duduk tenang di ruang tunggu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pongtiku. Dialah Nikolaus Surauran (59), warga asal Sesean, Kabupaten Toraja Utara, yang kini harus menghabiskan hari-harinya di atas kursi roda akibat penyakit stroke yang dideritanya.

Didampingi sang anak, Magdelana (38), yang merupakan anak sulungnya, dengan setia mendampingi sang ayah kontrol. Sesekali ia terlihat memperbaiki betulkan posisi tubuh ayahnya agar lebih nyaman.

Beruntung Nikolaus merupakan peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah Kabupaten Toraja Utara. Melalui program ini, Nikolaus dapat berobat tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun.

Baca Juga

“Sudah dua tahun bapak terkena stroke dan membuatnya tidak bisa jalan. Tangannya juga sudah tidak bisa digerakkan. Kalau bicara pun saat ini juga tidak jelas,” jelasnya, Jumat (24/10).

Dalam kondisi seperti itu, Magdelana menjadi sandaran utama bagi sang ayah untuk menemani, merawat, dan memastikan pengobatan terus berjalan meski dengan segala keterbatasan.

“Sebagai seorang anak, sudah menjadi tugas saya untuk merawat orang tua. Apalagi pengobatan bapak semuanya sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan, jadi saya tidak perlu memikirkan biaya, apalagi penyakit bapak membutuhkan perawatan dalam jangka panjang,” ucapnya.

Magdelana adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga saudaranya kini merantau dan bekerja di luar daerah, sehingga tanggung jawab merawat sang ayah sepenuhnya berada di pundaknya. Baginya, semua itu bukan halangan, ia menjalaninya dengan penuh kesabaran dan cinta. Meski di rumah, ia juga harus mengasuh anaknya yang baru berusia dua tahun.

“Setiap kali kontrol, bapak selalu dilayani dengan baik. Semua pemeriksaan, layanan, dan obat-obatan yang ayah terima sudah ditanggung sepenuhnya oleh Program JKN. Kami benar-benar sangat bersyukur menjadi peserta JKN, karena kalau semua biaya pengobatan harus kami tanggung sendiri, entah dari mana kami mencari uang sebanyak itu. Dengan adanya program ini, beban kami jauh lebih ringan,” ungkapnya.

Perjuangan Magdelana untuk membawa sang ayah berobat tidaklah mudah. Rumah mereka di wilayah Sesean berada jauh dari rumah sakit dan tidak dilalui angkutan umum. Lokasinya juga jauh dari jalan utama. Setiap kali hendak ke rumah sakit, Magdelana harus memanggil mobil dari arah Sa’dan, jalan poros besar terdekat dari rumahnya. Untuk mencapai jalan tersebut, ia harus menggendong ayahnya seorang diri.

“Kalau mau ke rumah sakit biasanya kami pakai mobil angkutan umum. Namun, karena mobilnya tidak langsung lewat depan rumah jadi harus keluar ke jalan besar dulu. Dari rumah ke jalan besar jaraknya sekitar 500 m, jadi saya harus menggendong ayah sampai ke tempat mobil bisa menjemput,” jelasnya.

Di tengah keterbatasan akses transportasi dan jarak yang jauh, program ini menjadi harapan bagi keluarga kurang mampu untuk tetap memperoleh layanan kesehatan yang layak. Magdelana mengaku, Program JKN telah menjadi penolong besar bagi keluarganya.

Magdelana menyampaikan harapannya agar Program JKN dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Menurutnya, banyak orang di luar sana yang mengalami penyakit kronis namun terbatas oleh biaya pengobatan.

“Saya berharap agar Program JKN bisa terus berjalan supaya lebih banyak orang yang bisa terbantu apalagi untuk mereka yang punya penyakit seperti ayah saya. Saya yakin berat rasanya tapi dengan adanya bantuan ini, masyarakat kecil punya harapan untuk sembuh dan hidup lebih baik,” tutupnya.

Editor : Muh. Syakir
#BPJS Kesehatan #Program JKN
Berikan Komentar Anda