Muh. Syakir : Minggu, 23 November 2025 20:21
Meli Amping

TATOR, PEDOMANMEDIA - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang telah berjalan lebih dari satu dekade terus memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia dalam mengakses layanan kesehatan.

Melalui prinsip gotong royong, program ini memastikan setiap peserta dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak tanpa terbebani biaya tinggi, terutama bagi mereka yang mengidap penyakit kronis seperti hipertensi.

Kemudahan itu turut dirasakan Meli Amping (46), yang telah tujuh tahun berjuang melawan hipertensi. Ia rutin melakukan kontrol di Rumah Sakit Fatima Makale setiap dua minggu sekali untuk memantau kondisinya.

“Saya sudah tujuh tahun menjalani pengobatan karena hipertensi, dan selama itu saya selalu rutin kontrol serta minum obat. Setiap dua minggu saya datang ke RS Fatima untuk pemeriksaan dan mengambil obat. Syukur, semua pelayanan berjalan baik dan saya tidak perlu membayar sepeser pun karena sudah ditanggung oleh Program JKN,” ujar Meli, Senin (20/10).

Meli bercerita, awal mula dirinya mengetahui menderita hipertensi terjadi sekitar tujuh tahun lalu. Saat itu, ia mengalami gejala seperti tegang di bagian leher, kepala terasa berat, bahkan sempat sulit berbicara. Setelah diperiksa di fasilitas kesehatan, tekanan darahnya mencapai 180/100 mmHg, dan dokter menyatakan bahwa ia mengidap hipertensi.

“Pertama kali saat dinyatakan menderita hipertensi itu saya menjalani rawat inap di rumah sakit. Sejak saat itu saya mulai menjalani pengobatan secara rutin dan menjaga pola makan. Sekarang saya sudah tidak makan daging dan ikan kering lagi. Saya lebih banyak makan sayur dan buah. Kalau makan asin-asin sedikit saja, bisa langsung terasa pusing. Dan saat itu juga saya rutin konsumsi obat,” jelasnya.

Dengan terdaftar sebagai peserta JKN pada segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) tanggungan Pemerintah Daerah Kabupaten Tana Toraja, ia mengaku sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah menanggung iurannya selama ini. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti karena tanpa adanya JKN, ia akan kesulitan membayar biaya pengobatan yang harus dijalani secara terus-menerus.

“Sudah tujuh tahun saya hidup bergantung pada obat. Kalau dipikir-pikir, andai semua harus saya bayar sendiri, mungkin saya sudah kewalahan mencari biaya. Untuk itu saya sangat berterima kasih kepada pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan BPJS Kesehatan yang sudah menanggung semua biaya berobat saya. Entah berapa banyak uang yang habis jika bayar sendiri. Berkat bantuan ini saya bisa berobat tanpa terbebani biaya,” tambahnya.

Selain terbantu dalam segi pembiayaan, ia juga terbantu dalam mendapatkan pelayanan ketika berobat di rumah sakit. Setiap kali datang ke rumah sakit, Meli merasakan kenyamanan karena semua pelayanan berjalan lancar. Proses pendaftaran, pemeriksaan dokter, hingga pengambilan obat dilakukan dengan mudah dan cepat.

“Dokter dan petugasnya ramah. Kalau ada kendala atau hal yang kurang jelas, mereka sigap membantu. Saya tidak pernah merasa dipersulit selama berobat di sini. Semua berjalan dengan baik dan semakin tenang menjalani pengobatan,” tambahnya.

Bagi Meli, keberadaan Program JKN merupakan bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat. Ia berharap agar program ini terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya, terutama mereka yang membutuhkan pengobatan rutin seperti dirinya.

“Program ini sangat membantu kami. Kalau tidak ada Program JKN, mungkin saya tidak bisa rutin berobat seperti sekarang. Saya hanya bisa berterima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan yang sudah memudahkan kami mendapatkan layanan kesehatan,” pungkasnya.