Senin, 24 November 2025 17:22

Keluarga Tongkonan Lino-GMNII Tolak Revitalisasi Proyek Lapangan Rante Rada Torut

Unjuk rasa menolak revitalisasi Lapangan Rante Rada di depan Gedung DPRD Toraja Utara.
Unjuk rasa menolak revitalisasi Lapangan Rante Rada di depan Gedung DPRD Toraja Utara.

Selain meminta proyek tersebut dihentikan, pihaknya akan mengawal persoalan ini ke ranah hukum bersama mahasiswa GMNII.

TORUT, PEDOMANMEDIA - Unjuk rasa menolak proyek revitalisasi Lapangan Rante Rada di Toraja Utara terus bergulir. Keluarga Tongkonan Lino dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNII) mendesak agar proyek tersebut dihentikan.

Desakan itu disampaikan dalam aksi unjuk rasa di gedung DPRD Toraja Utara hari ini, Senin (24/11/2025). Mereka menolak keras proyek ini, dengan alasan ingin menjaga fungsi lapangan sebagai ruang adat dan kegiatan masyarakat. Bukan untuk kepentingan segelintir orang.

Meski proyek revitalisasi Lapangan Rante Rada di Toraja Utara ini sudah berjalan dengan anggaran Rp3,9 miliar, keluarga Tongkonan Lino dan mahasiswa GMNII tetap kukuh menolak. Mereka khawatir proyek ini akan mengganggu nilai adat dan fungsi lapangan sebagai ruang publik.

Baca Juga

Beatriks Bulo' dari keluarga Tongkonan Lino menegaskan, selain meminta proyek tersebut dihentikan, pihaknya akan mengawal persoalan ini ke ranah hukum bersama mahasiswa GMNII.

"Kami akan berjuang sampai titik darah penghabisan. Proyek di Lapangan Rante Rada harus dihentikan dan dikembalikan ke fungsinya sebagai tanah ulayat," tegas Beatriks Bulo saat menyampaikan aspirasinya ke DPRD Torut.

Demi Anak-Cucu

Hal berbeda disampaikan oleh Stepanus Sarese yang juga selaku keluarga dari Tongkonan Lino. Menurutnya, pembangunan revitalisasi Lapangan Rante Rada sepatutnya didukung.

"Mestinya kita bersyukur sudah mendapatkan dana hibah dari Provinsi Sulsel untuk pembangunan. Revitalisasi lapangan di atas akan kita nikmati bersama anak dan cucu kita. Terutama kita mengubah mindset anak kita cinta olahraga. Jangan kehilangan arah," kata Stepanus.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Toraja Utara Julianto Mapaliey mengatakan, pihaknya akan menampung semua aspirasi demonstran.

"Semua aspirasinya kami tampung," jawab Julianto kepada demonstrans.

Hal yang sama disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Toraja Utara, Andarias Sulle. Andarias mengaku siap memperjuangkan aspirasi para pengunjuk rasa.

"Kami adalah wakil rakyat. Kami mendengar, menampung dan memperjuangkan aspirasi," terang Andarias.

Penulis : Gista
Editor : Muh. Syakir
#Revitalisasi Lapangan Rante Rada Toraja Utara
Berikan Komentar Anda