Program JKN Permudah Perawatan Prostat Suami Damalia Tanpa Biaya
Bagi Damalia, kesehatan adalah anugerah yang harus dijaga, dan Program JKN menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat.
TATOR, PEDOMANMEDIA - Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan terus memberikan dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Tidak hanya memastikan akses layanan kesehatan yang mudah dan merata, prinsip gotong royong yang menjadi dasar pelaksanaannya juga menjadi solusi perlindungan finansial bagi peserta JKN ketika menghadapi risiko sakit.
Manfaat inilah yang dirasakan oleh Damalia (57), warga Kecamatan Malua, Kabupaten Enrekang, yang kini setia mendampingi suaminya, Mahmuddin (64), menjalani pengobatan rutin di Rumah Sakit Fatima Makale akibat penyakit prostat yang dideritanya.
Setia mendampingi sang suami, Damalia menceritakan bahwa suaminya sudah bertahun-tahun berjuang melawan penyakit prostat membuatnya harus rutin menjalani pemeriksaan di rumah sakit, namun bersyukur karena kondisinya masih bisa ditangani melalui perawatan rawat jalan.
Dengan terdaftar sebagai peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), Damalia mengakui keberadaan Program JKN sangat membantu keluarganya dalam menghadapi biaya pengobatan yang tidak sedikit. Selama mendampingi suaminya berobat, seluruh pelayanan dan obat-obatan yang dibutuhkan ditanggung penuh oleh JKN.
“Alhamdulillah, selama ini Program JKN telah menemani proses pengobatan suami saya. Tak bisa dibayangkan berapa biaya yang harus kami keluarkan jika berobat secara mandiri. Berkat JKN, kami bisa lebih tenang dan tidak terbebani biaya,” tutur Damalia.
Saat awal menderita penyakit ini, Mahmuddin sering mengeluh sulit buang air kecil, nyeri di bagian bawah perut, dan tidur terganggu karena harus bolak-balik ke kamar mandi pada malam hari. Kondisi tersebut sempat membuatnya merasa lemas dan tidak nyaman dalam beraktivitas.
“Kalau dihitung, sudah puluhan kali suami saya menjalani kontrol di rumah sakit. Karena sudah lama dia menderita penyakit prostat. Dulu waktu awal-awal sakit, buang air kecilnya susah sekali, sedikit-sedikit keluar dan terasa nyeri. Sekarang sudah jauh lebih baik karena rutin kontrol dan minum obat dari rumah sakit. Selama ini hanya perawatan jalan saja, tidak sampai dirawat inap,” ungkap Damalia saat ditemui di RS Fatima, Kamis (18/09).
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan yang diberikan oleh pihak Rumah Sakit Fatima. Menurutnya, seluruh tenaga medis dan petugas rumah sakit melayani dengan penuh perhatian tanpa membedakan peserta JKN dengan pasien umum.
“Pelayanan di rumah sakit ini sangat bagus. Suami saya merasa nyaman berobat di sini. Meskipun berobat secara gratis lewat BPJS Kesehatan, kami tidak pernah merasa dibedakan dengan pasien lain. Semua dilayani dengan baik,” tambahnya.
Setiap tiga bulan sekali, Damalia dan suaminya rutin mengambil rujukan di Puskesmas Malua sebelum melanjutkan kontrol ke RS Fatima. Ia menilai sistem rujukan berjalan lancar dan petugas di puskesmas maupun rumah sakit selalu membantu dengan ramah.
“Setiap bulan suami saya menjalani kontrol dan jika sudah tiga bulan kami kembali ke puskesmas untuk memperpanjang rujukan. Saya merasa semua prosesnya mudah dan cepat, dengan proses rujukan berjenjang ini kami jadi lebih terarah dalam mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan. Dari puskesmas hingga rumah sakit, semuanya saling terintegrasi sehingga memudahkan kami dalam menjalani pengobatan,” jelasnya.
Bagi Damalia, kesehatan adalah anugerah yang harus dijaga, dan Program JKN menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat. Ia berharap program ini terus berlanjut agar semakin banyak warga yang terbantu, terutama mereka yang memiliki penyakit kronis seperti suaminya.
“Program ini luar biasa. Kami yang sudah lanjut usia tidak lagi khawatir kalau tiba-tiba sakit. Semoga BPJS Kesehatan terus mempertahankan program ini, supaya masyarakat kecil seperti kami bisa terus merasakan manfaatnya,” tutupnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
