MAKASSAR, PEDOMANMEDIA – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melantik 14 pejabat di lingkungan Inspektorat, kecamatan serta Dinas Pendidikan Kota Makassar. Appi berpesan, pejabat Inspektorat harus bekerja dengan integritas dan memastikan tata kelola pemerintahan berjalan bersih.
"Jadi bukan hanya penyegaran organisasi, tetapi juga penegasan komitmen Pemkot untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang transparan dan berorientasi pada hasil," ujar Appi di sela-sela pelantikan, kemarin.
Appi menegaskan komitmen pemerintah kota untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel di lingkungan Pemerintah Kota Makassar. Ia juga menekankan bahwa pelantikan dan pengukuhan jabatan ini merupakan bagian dari kebutuhan organisasi dalam rangka memantapkan kapasitas kelembagaan dan meningkatkan efektivitas perangkat daerah dalam menjalankan roda pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik.
“Kita tahu bahwa peran Inspektorat sangat vital dan penting sebagai pengawas internal. Pengawasan yang baik akan memberikan kita tatanan pemerintahan yang berjalan pada relnya,” ujar Munafri.
Ia mengingatkan bahwa dalam praktik pemerintahan, seringkali ada hal-hal yang dianggap benar berdasarkan asumsi pribadi, namun belum tentu benar menurut aturan. Karena itu, penguatan fungsi Inspektorat dipandang wajib agar setiap kebijakan dan langkah birokrasi berada dalam koridor hukum.
“Inspektorat harus awasi. Tapi jangan mencari-cari kesalahan. Perbaiki apa yang tidak duduk pada tempatnya,” tuturnya.
“Mereka membantu memastikan agar kita melaksanakan tugas tanpa rasa was-was terhadap dampak di kemudian hari,” sambung Appi.
Mantan Bos PSM itu juga menekankan pentingnya pengawasan dalam pengelolaan anggaran daerah. Ia mengingatkan bahwa seluruh anggaran yang dikelola pemerintah kota berasal dari masyarakat, sehingga harus dipertanggungjawabkan dengan penuh integritas.
“Anggaran ini adalah anggaran negara yang harus kita pertanggungjawabkan setiap satu sen pun. Kebijakan yang kita ambil juga memiliki dampak. Jika ada aturan yang terlalaikan, tentu risikonya besar,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan Inspektorat harus dipandang sebagai mitra strategis dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang baik, bukan sebagai institusi yang menakutkan.
Dia mengingatkan bahwa beban tugas ke depan semakin berat, namun akan menjadi ringan apabila dikerjakan bersama-sama.
“Tugas kita semakin berat, tapi jika dikerjakan bersama-sama, tidak ada kata berat dalam menjalankan amanah sebagai aparatur sipil negara,” tutupnya.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Pemkot Makassar Terapkan Sistem Baru Pengelolaan Sampah: Tak Ada Lagi Open Dumping
-
Pemkot Makassar Mulai Kaji Revitalisasi RSUD Daya, Siapkan Desain Ikonik
-
Gandeng 23 Perguruan Tinggi, Pemkot Makassar Siapkan 23 Ribu Mahasiswa Siaga Bencana
-
Appi Cek Aliran Air PDAM di Kerungkerung Usai Berbulan-bulan Mandek
-
Appi Soroti Transformasi Digital Pemkot Makassar: Jangan Seremoni Terus