Senin, 08 Desember 2025 17:57

Pemprov Sulsel Gandeng UNICEF Luncurkan Program Pencegahan Stunting 4 Kabupaten

Pemprov Sulsel Gandeng UNICEF Luncurkan Program Pencegahan Stunting 4 Kabupaten

Ia menegaskan bahwa penyusunan pedoman KPP mengacu pada empat pendekatan utama.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama UNICEF dan Jenewa Institute, serta didukung oleh Tanoto Foundation, resmi meluncurkan Pedoman Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku (Strakom) dalam Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting untuk empat kabupaten: Sinjai, Sidrap, Soppeng, dan Pinrang. Peluncuran berlangsung di Hotel Horison Ultima Makassar dan dihadiri lintas sektor provinsi, kabupaten, akademisi, organisasi profesi, dan mitra pembangunan.

Peluncuran ini menandai tuntasnya penyusunan strategi komunikasi perubahan perilaku (KPP) terkait pencegahan stunting pada seluruh 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan sejak proses dimulai pada 2022. Penyelesaian dokumen untuk empat kabupaten terakhir pada 2025 menutup rangkaian penyusunan pedoman KPP yang dilaksanakan secara bertahap selama tiga tahun.

Stunting masih menjadi tantangan nasional, termasuk di Sulawesi Selatan yang mencatat prevalensi 23,3 persen berdasarkan SSGI 2024. Meskipun terjadi penurunan sebesar 4,1 persen dari tahun sebelumnya, angka tersebut masih berada di atas target nasional. Kompleksitas penyebab stunting—mulai dari kekurangan gizi kronis, kurangnya stimulasi psikososial, hingga infeksi berulang dan rendahnya akses informasi—menuntut strategi komunikasi publik yang terarah dan berbasis bukti.

Baca Juga

Dengan dukungan UNICEF, Jenewa Institute, dan Tanoto Foundation, penyusunan pedoman Strakom telah berlangsung sejak 2022, diawali penyusunan pedoman tingkat provinsi. Selanjutnya, penyusunan pedoman kabupaten/kota dilakukan pada 10 wilayah pada 2023, 10 wilayah pada 2024, dan diselesaikan untuk empat kabupaten tambahan pada 2025. Seluruh dokumen kini siap digunakan sebagai acuan implementasi di daerah.

Sekretaris Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Andy, M.Si, mewakili Pelaksana Tugas Kepala Bappelitbangda, menyampaikan arahan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

“Kita akan menyambut Indonesia Emas tahun 2045 sebagai peringatan 100 tahun kemerdekaan Indonesia, sehingga kita mengharapkan generasi kita sehat tanpa stunting serta produktif,” sebutnya.

Ia menegaskan bahwa penyusunan pedoman KPP mengacu pada empat pendekatan utama: advokasi, mobilisasi sosial, kampanye media, dan komunikasi antar-pribadi. “Kami dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengucapkan terima kasih kepada UNICEF, Jenewa Institute dengan dukungan Tanoto Foundation serta seluruh pihak yang mendukung dan menyusun pedoman KPP ini,” ujar Andy.

Direktur Jenewa Institute, Surahmansah Said, S.Gz., MPH, menekankan bahwa penyusunan pedoman ini merupakan rangkaian kerja lintas sektor yang telah berlangsung sejak 2022. Ia berharap dokumen tersebut dapat memperkuat pencegahan stunting di empat kabupaten dan menjadi rujukan efektif untuk percepatan penurunan prevalensi di tingkat provinsi.

Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Wilayah Sulawesi dan Maluku, Henky Widjaja, Ph.D, menambahkan, “Prevalensi stunting di Sulawesi Selatan masih jauh dari prevalensi nasional, sehingga sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab daerah untuk mengemban amanah bersama dalam penanganan stunting kita lakukan penyusunan pedoman KPP. Sejak tahun 2022 hingga tahun 2025 ini Provinsi Sulawesi Selatan dan 24 kabupaten/kota telah memiliki pedoman KPP untuk menjembatani penurunan angka stunting dan menjadi praktik baik bagi provinsi lain.”

 

Editor : Muh. Syakir
#Pemprov Sulsel
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer