Berkat Program JKN, Afdhol Tenang Jalani Cuci Darah Tanpa Memikirkan Biaya
Saat ini, ia tetap tegar dan bersemangat dalam menjalani pengobatan. Ia mengaku bersyukur karena telah terdaftar sebagai peserta JKN.
TATOR, PEDOMANMEDIA - Cuci darah atau hemodialisis merupakan layanan penting bagi pasien dengan gangguan ginjal yang sudah tidak berfungsi optimal. Terapi ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit, namun seluruh prosesnya dijamin melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sehingga peserta dapat tetap menjalani pengobatan tanpa kekhawatiran biaya.
Hal itu pula yang dirasakan oleh Afdhol Ainurrofiq (18), warga Sossok, Kabupaten Enrekang, yang sudah satu tahun terakhir menjalani terapi cuci darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lakipadada.
“Awalnya saya merasakan sakit di pinggul belakang. Karena sering sakit akhirnya saya periksa ke dokter. Setelah diperiksa, ternyata ginjal saya sudah bocor dan tidak bekerja dengan baik sehingga harus menjalani cuci darah. Saat ini saya menjalani cuci darah dua kali seminggu di RSUD Lakipadada dan sebelumnya pernah menjalani cuci darah di RS Wahidin tiga kali seminggu,” cerita Afdhol saat ditemui di ruang hemodialisis RSUD Lakipadada, Rabu (19/11).
Afdhol tidak menampik bahwa dahulu ia memiliki pola makan yang kurang sehat. Ia sering mengonsumsi jajanan kerupuk dan mie instan, makanan yang tinggi garam dan berisiko memperberat kerja ginjal. Kini, setelah menjalani cuci darah rutin, ia mulai lebih berhati-hati dalam memilih makanan dan menjaga asupan harian.
”Dulu itu memang saya suka jajan sembarangan, suka makan kerupuk dan mie instan. Dan waktu pertama kali dinyatakan harus menjalani cuci darah saya sangat terkejut dan sedih. Sekarang ini saya harus jalani ini, kapan tidak cuci darah badan terasa bengkak,” tambahnya.
Sebagai peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), Afdhol merasa sangat terbantu dengan adanya jaminan kesehatan yang menanggung seluruh biaya hemodialisisnya.
“Kalau tidak ada JKN, saya mungkin tidak sanggup bayar. Biaya cuci darah itu tinggi sekali, kalau berobat secara mandiri bisa menghabiskan berjuta-juta untuk sekali tindakan. Tapi dengan bantuan ini saya bisa berobat dengan tenang, tinggal fokus menjaga kesehatan,” ucapnya.
Afdhol bersyukur karena proses yang ia jalani lancar tanpa kendala. Ia pun mengajak masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat sejak dini agar terhindar dari penyakit serupa.
“Saya ingin menghimbau kepada teman-teman di luar sana untuk selalu jaga kesehatan. Jangan suka makan sembarangan dan jaga pola makan. Ini saja saya tidak meyangka harus menjalani cuci darah seumur hidup. Kesehatan itu mahal. Penyakit bisa datang kapan saja jadi jangan tunggu sakit dulu baru sadar,” tambahnya.
Saat ini, ia tetap tegar dan bersemangat dalam menjalani pengobatan. Ia mengaku bersyukur karena telah terdaftar sebagai peserta JKN.
“Di kondisi seperti ini saya sudah ikhlas meski harus menjalani pengobatan ini seumur hidup. Meski begitu saya sangat berterima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan yang sudah menanggung pengobatan saya, sehingga saya bisa menjalani terapi ini dengan hati yang lapang,” tutupnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
