Pertama Kali Berobat dengan JKN, Hamma: Ternyata Sangat Mudah
Kehadiran Program JKN menjadi penyelamat bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan di waktu-waktu tak terduga.
TATOR, PEDOMANMEDIA - Program JKN hadir memberikan perlindungan kesehatan dan finansial bagi peserta JKN, baik di usia berapapun, kapanpun dan dimanapun JKN hadir bagi peserta yang membutuhkan layanan kesehatan.
Hamma (77), warga asal Baraka, Kabupaten Enrekang menjadi peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI JK) sejak 2016 silam, mengaku dulunya belum pernah menggunakan JKN sekalipun memeriksakan kesehatannya ke fasilitas kesehatan.
Namun beberapa waktu terakhir, ia mulai merasakan gejala yang mirip dengan tanda-tanda awal stroke. Ia mengaku tiba-tiba mulutnya terasa kaku dan sulit ketika berbicara, dan akhirnya ia memberanikan diri akses layanan kesehatan dengan JKN.
“Saya baru pertama kali datang ke dokter untuk berobat. Dulu kalau sakit, saya biasanya hanya beli obat di warung saja. Tapi tiga hari yang lalu, saya tiba-tiba merasa mulut saya kaku dan sulit berbicara. Karena khawatir, anak saya langsung membawa saya ke puskesmas. Setelah diperiksa, dokter mengatakan bahwa saya mengalami gejala stroke ringan,” ungkapnya saat ditemui di RSUD Lakipadada, Kamis (06/11).
Hamma bersyukur prosesnya berjalan lancar dan mudah, dirinya dapat langsung ditangani tanpa biaya apa pun semua ditanggung Program JKN.
“Meski ini pengalaman pertama saya berobat, saya tidak menemui kendala sama sekali. Saya merasa semua prosesnya berjalan lancar, yang penting kita mengikuti alurnya dengan benar. Mulai dari pemeriksaan di puskesmas hingga dirujuk ke rumah sakit, semuanya saya rasakan mudah dan cepat,” tambahnya.
Keterbatasan ekonomi tidak menjadi hambatan bagi Hamma untuk mendapatkan pelayanan medis. Sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), seluruh biaya pemeriksaan ditanggung penuh oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Ia pun merasa sangat terbantu karena tidak perlu memikirkan biaya berobat, apalagi penyakit seperti stroke membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat.
“Adanya jaminan kesehatan seperti ini membuat saya benar-benar lega. Untuk penyakit seperti stroke, tidak cukup hanya datang berobat satu kali. Kita pasti butuh kontrol rutin, pemeriksaan berkelanjutan, dan mungkin obat yang harus diminum terus. Kalau semua itu harus saya bayar sendiri, saya tidak sanggup. Syukurlah dengan adanya BPJS Kesehatan, saya bisa menjalani perawatan tanpa harus memikirkan biaya, tinggal fokus saja untuk sembuh," jelasnya.
Kehadiran Program JKN menjadi penyelamat bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan di waktu-waktu tak terduga. Melalui gotong royong seluruh peserta, masyarakat seperti Hamma dapat memperoleh haknya atas pelayanan kesehatan dengan layak dan merata.
“Saya akhirnya merasakan sendiri betapa berartinya Program JKN. Program dari pemerintah ini telah membantu begitu banyak orang, termasuk saya. Semoga program ini terus dipertahankan dan semakin dikembangkan ke depannya. Bagi saya, JKN sudah menjadi penyelamat yang tidak ternilai,” tutupnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
