Mahasiswa UC Makassar Gelar Analisis Master Budget 2026
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia bisnis dan keuangan.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Mahasiswa Universitas Ciputra Makassar (UC Makassar) mengadakan presentasi dan analisis menyeluruh mengenai Master Budget SSUREPRAISE periode Januari-Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih pemahaman praktis mahasiswa dalam menyusun anggaran komprehensif serta mengevaluasi performa usaha secara profesional.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa Program Studi Manajemen UC Makassar. Mereka menyusun master budget yang mencakup anggaran penjualan, produksi, laba rugi, kas, serta analisis performa usaha.
Proses budgeting dilakukan menggunakan metode a posteriori, yaitu perhitungan berdasarkan volume penjualan aktual dan harga pokok produksi (HPP). Dokumen analisis menunjukkan bahwa SSUREPRAISE memiliki lima produk utama dengan margin keuntungan tinggi, berkisar 7880 persen.
Meski demikian, tren penjualan selama enam bulan mengalami penurunan signifikan sebesar 55,8 persen, yang berdampak langsung pada laba usaha dan margin keuntungan.
Dalam anggaran penjualan, total rencana penjualan mencapai Rp 416,6 juta dengan 1.405 unit produk. Produksi disesuaikan secara fleksibel dengan kebutuhan penjualan dan persediaan, menghasilkan total produksi 1.358 unit.
Anggaran laba rugi mencatat laba usaha sebesar Rp 234,5 juta dengan rata-rata margin laba 56,3 persen. Namun, tren laba bulanan menunjukkan penurunan hingga 66,3 persen dari Januari ke Juni, akibat beban biaya operasional yang bersifat tetap.
Dari sisi kas, posisi akhir Juni 2026 menunjukkan saldo Rp 244,9 juta, meningkat hampir 880 persen dibanding awal periode. Hal ini mencerminkan siklus kas yang positif dan likuiditas yang kuat, meskipun profitabilitas menurun.
Analisis neraca memperlihatkan aset lancar mendominasi 89,1 persen dari total aset, dengan kas sebagai komponen terbesar. Rasio keuangan menunjukkan return on assets (ROA) sebesar 74 persen, current ratio 9,8 kali, dan debt to assets ratio hanya 0,8 persen, menandakan kondisi keuangan yang sehat.
Kegiatan ini melibatkan sepuluh mahasiswa UC Makassar. Antara lain Regita Matasik, Angelica Pietersz, Inggrid Neria Torry, Jessica Elizabeth Hidayah, Ridho Akbar, Cristhiano Arnold, Feby Febriyani, Andi Abitah Maulana, Yasika Aulia Ramadhany, dan Juwita. Melalui penyusunan dan analisis anggaran, mahasiswa memperoleh pengalaman praktis dalam mengintegrasikan aspek penjualan, produksi, biaya, dan kas ke dalam satu kerangka keuangan terpadu.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UC Makassar diharapkan mampu memahami risiko operasional, pentingnya efisiensi biaya, serta strategi pengelolaan kas dalam menghadapi fluktuasi penjualan. Analisis yang dilakukan juga memberikan rekomendasi strategis berupa stimulasi permintaan, optimalisasi biaya tetap, fokus pada produk dengan margin tinggi, serta pemanfaatan kas untuk ekspansi usaha.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia bisnis dan keuangan, sekaligus memperkuat kompetensi analitis yang relevan dengan kebutuhan industri.
