Jumat, 09 Januari 2026 21:58

PT Pos Bone Catat Ratusan KPM di 3 Kecamatan Batal Terima BLT Kesra

PT Pos Bone Catat Ratusan KPM di 3 Kecamatan Batal Terima BLT Kesra

Zulfahmi menyebut sisa KPM yang belum tersalurkan karena adanya data yang tidak terverifikasi atau tidak diketahui orangnya.

BONE, PEDOMANMEDIA - PT Pos Indonesia KCP Taccipi, Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone mencatat ratusan keluarga penerima manfaat (KPM) batal terima bantuan langsung tunai (BLT) kesejahteraan rakyat (Kesra). Hal ini berdasarkan daftar nominatif penerima Program Bantuan Sosial Kemensos RI di tiga kecamatan.

"Masih banyak (total ratusan) yang tidak dapat disalurkan BLT Kesra batch 1, 2, 3 dan 4. Ini tersebar di tiga kecamatan, yakni Amali, Tellusiettinge dan Ulaweng, " ungkap Kepala Pos Indonesia KCP Taccipi, Zulfahmi Adha saat ditemui wartawan di kantornya belum lama ini

Zulfahmi menjelaskan, sisa BLT Kesra yang tak tersalurkan ke KPM karena sudah lewat masa penyaluran. Selain itu, data yang tidak terverifikasi atau tidak diketahui orangnya, sudah meninggal dengan data KK tunggal sehingga tidak dapat disalurkan.

"Ada juga KPM BLT Kesra yang keluar daerah sehingga tak dapat disalurkan, "lanjutnya.

Masyarakat berharap, tenaga pendamping Kemensos/PKH bersama pihak terkait segera memperbarui data KPM sehingga ke depan BLT Kesra dapat tersalurkan.

Sebelumnya, PT Pos Indonesia KCP Taccipi, Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone menyalurkan BLT Kesra kepada 1.662 keluarga penerima manfaat (KPM). Khusus KPM lansia, sakit dan gila diantarkan langsung ke rumahnya.

"Penyaluran BKT Kesra di Kantor Pos KCP Taccipi ada 1.662 KPM, itu KPM dari Kecamatan Ulaweng, Amali, sebagian Desa di Kecamatan Tellusiettinnge," ungkap Kepala Pos Indonesia KCP Taccipi, Zulfahmi Adha kepada wartawan, Kamis (11/12/2025)

Zulfahmi menyebutkan, penyaluran BLT Kesra di Pos KCP Taccipi sudah dimulai sejak tanggal 25 November 2025 lalu hingga saat ini. Persentase penyaluran BLT per tanggal 11 Desember 2025 sudah berkisar 95 persen dari total 1.662 KPM.

Program bantuan yang dikelola oleh Kementerian Sosial ini diberikan untuk periode Oktober, November dan Desember 2025 dengan total Rp900 ribu per penerima. Petugas Pos mengantarkan ke rumah penerima bagi kelompok rentan.

"Kita prioritas antarkan bagi (kelompok rentan) diantaranya KPM lanjut usia (lansia), sakit dan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ)," jelas Zulfahmi.

Zulfahmi menyebut sisa KPM yang belum tersalurkan karena adanya data yang tidak terverifikasi atau tidak diketahui orangnya. Selain itu terdapat KPM yang sudah meninggal dengan data KK tunggal sehingga tidak dapat disalurkan.

"Ada juga KPM yang keluar daerah sehingga belum tersalurkan hingga saat ini," imbuhnya.

Editor : Muh. Syakir
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer