Survei Catat 40% Anak Muda Tolak Divaksin, Kapolda Sulsel: ini Aman
Faktor usia berpengaruh pada kepercayaan responden akan kemanjuran vaksin. Semakin muda, mereka cenderung semakin tidak percaya pada vaksin.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Survei mencatat lebih dari 40% populasi usia produktif menolak untuk divaksin. Alasan penolakan beragam, namun dominan karena dinilai tak aman.
Centre for Strategic and International Studies (CSIS), yang menggelar survei terhadap 800 responden di DKI Jakarta dan DI Yogyakarta dari tanggal 13-18 Januari, melaporkan bahwa anak-anak muda berusia 17-22 tahun kurang percaya atau tidak percaya pada kemanjuran vaksin. Proporsi anak muda yang menyatakan tidak/kurang percaya pada vaksin di DKI Jakarta 63,6% sedangkan di Yogyakarta 55,6%, kata peneliti CSIS, Arya Fernandes.
CSIS juga mendapati bahwa faktor usia berpengaruh pada kepercayaan responden akan kemanjuran vaksin. Semakin muda usia responden, mereka cenderung semakin tidak percaya pada vaksin.
Secara umum alasan responden tidak bersedia divaksin ialah mereka belum yakin dengan kualitasnya. Survei tidak menanyakan lebih lanjut mengapa para responden merasa belum yakin.
Padahal BPOM telah mengeluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk vaksin Covid-19 dari Sinovac. Diduga keraguan kaum muda ini karena vaksin Covid-19 adalah temuan relatif baru dalam dunia medis.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam dalam program vaksinasi lanjutan, Kamis (25/2/2021) menyatakan, vaksin Covid-19 sudah aman dan halal sesuai rekomendasi MUI dan BPOM. Kapolda meminta masyarakat untuk tidak ragu terkait keamanannya karena sudah dijamin oleh pemerintah
“Ayo kita gelorakan program vaksinasi ini, tidak ada alasan untuk takut dan ragu bagi masyarakat untuk divaksin. Sampai saat ini belum ada dampak serius akibat vaksin,” ungkap Kapolda.
Hanya saja, lanjut Kapolda, masyarakat harus menyadari bahwa usai mendapatkan vaksin, tidak berarti bebas untuk tidak menerapkan protokol kesehatan. Prokes harus tetap dipatuhi sampai pandemi benar benar berakhir.
Kapolda juga menyampaikan bahwa jajaran Polda Sulsel terutama tenaga kesehatan Polri dan Bhabinkamtibmas sudah menjadi vaksinator dan tracer untuk menyukseskan program vaksinasi ini. Selain itu para personel Polda Sulsel dan jajaran juga telah siap mengikuti program vaksinansi ini.
“Kita harap semuanya berproses dengan baik, dan dapat melewati situasi pandemi Covid 19 ini, dan nanti membawa kepada kehidupan yang norma lagi,” harap Kapolda.
