Muh. Syakir : Rabu, 11 Februari 2026 21:11

TATOR, PEDOMANMEDIA - BPJS Kesehatan Cabang Makale memberikan Penghargaan Transformasi Digital kepada enam fasilitas kesehatan, Senin (09/02).

Penghargaan diberikan kepada Puskesmas Sumbang, Puskesmas Buntu Limbong, Puskesmas Rembon, Puskesmas Anggeraja, Rumah Sakit Fatima Makale dan Rumah Sakit Umum Elim Rantepao.

Penghargaan diberikan atas komitmen dan konsistensinya dalam mengimplementasikan layanan kesehatan berbasis digital guna mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Direktur Rumah Sakit Fatima Makale, Vicky Henoch Kandou, menyampaikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan atas penghargaan yang diterima pihaknya. Ia menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil komitmen yang terus dibangun oleh manajemen rumah sakit, termasuk yang tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BPJS Kesehatan.

“Penghargaan ini sebenarnya sudah kami nantikan dan akhirnya bisa kami terima. Ini menjadi bukti komitmen kami dalam mendukung transformasi digital. Dalam prosesnya memang tidak selalu berjalan mulus. Ada berbagai kendala yang kami hadapi, namun terus kami upayakan penyelesaiannya melalui koordinasi bersama BPJS Kesehatan. Terima kasih atas apresiasi yang diberikan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi peserta JKN,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSU Elim Rantepao, Adrian Benedict Wijaya, menegaskan bahwa transformasi digital merupakan langkah penting yang membutuhkan komitmen besar dari seluruh unsur rumah sakit. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh tim serta dukungan BPJS Kesehatan sebagai mitra.

“Bagi kami, transformasi digital ini sangat penting. Sebelumnya tidak terbayangkan kami dapat bertransformasi semasif ini, dan itu membutuhkan komitmen yang kuat. Kami sangat mengapresiasi seluruh tim karena merekalah kunci keberhasilan sistem ini,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti manfaat digitalisasi layanan, salah satunya melalui pemanfaatan antrean online pada Aplikasi Mobile JKN.

“Dengan antrean online, pasien tidak perlu lagi mengantre lama di rumah sakit. Hal ini tentu sangat membantu peserta JKN,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa pelayanan yang diberikan masih memiliki ruang untuk ditingkatkan.

“Kami menyadari pelayanan kami belum sepenuhnya maksimal. Masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki dan kami sangat membutuhkan masukan, khususnya dari BPJS Kesehatan. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Makale, Natalia Panggelo, menyampaikan terima kasih kepada seluruh fasilitas kesehatan atas dedikasi dan pelayanan yang diberikan kepada peserta JKN. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Program JKN tidak lepas dari peran fasilitas kesehatan, baik Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

“Program ini tidak akan berarti tanpa peran fasilitas kesehatan. Meski dalam perjalanan kemitraan terkadang terdapat perbedaan pendapat, kami sangat membutuhkan rumah sakit dan FKTP untuk memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sinergi menjadi kunci utama dalam peningkatan mutu layanan.

“Rumah sakit dan FKTP membutuhkan pasien, masyarakat membutuhkan layanan kesehatan, dan BPJS Kesehatan hadir sebagai penghubung. Mari kita terus bersinergi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN. Mudah-mudahan pada tahun 2026 kemitraan semakin baik dan kualitas layanan semakin meningkat,” tutupnya.