Senin, 23 Februari 2026 19:32

Kapolri: Saya tidak Ragu Pecat Anggota Terlibat Narkoba

Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Masalah lain yang ditekankan Kapolri adalah pinjaman online atau pinjol. Kapolri mewanti-wanti bahaya pinjol yang kemudian membuat banyak orang depresi.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

mengatakan tidak ada toleransi terhadap anggota Polri yang terlibat dalam kasus narkoba. Kapolri menegaskan, anggota Polri yang terlibat narkoba juga harus dihukum berat.

"Saya akui bahwa anggota saya pun banyak yang terkena. Jadi kalau anggota bisa kena, apalagi masyarakat. Makanya saya juga sudah umumkan bahwa kepada seluruh jajaran terhadap anggota yang terlibat jangan ragu-ragu untuk dipecat dan diberikan hukuman yang seberat-beratnya," kata Kapolri saat menghadiri Puncak Resepsi Milad ke-108 Persatuan Ummat Islam (PUI) di Majalengka, Jawa Barat, Senin (23/2/2026).

Baca Juga

Kapolri menyatakan, apabila aparat penegak hukum terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, akan sulit bagi mereka untuk mengamankan dan melindungi masyarakat. Karena itu, dia mengajak masyarakat untuk tidak ragu-ragu melapor jika menemukan anggota Polri yang terlibat narkoba.

"Laporkan dan kita pasti akan tindak tegas," ujar Kapolri.

Kapolri mengatakan masalah narkoba ini harus menjadi atensi semua pihak. Sebab, menurut dia, narkoba kini tidak hanya menyasar warga di perkotaan, tapi juga sampai ke pedesaan.

"Tolong ini menjadi perhatian kita semua karena ini tidak hanya terjadi di kota-kota, mungkin juga masuk di desa-desa, mungkin masuk di kebun-kebun, mungkin masuk di tempat-tempat yang kita kadang kala tidak menduga bahwa itu bisa diedarkan," imbuh Kapolri.

Masalah lain yang juga patut mendapatkan perhatian adalah judi online. Dia menyinggung Jawa Barat yang menjadi peringkat pertama terkait judi online.

"Sama juga Jawa Barat ini judi online-nya ranking-nya nomor satu. Masa mau ranking satu karena judi online? Jadi kalau bisa ranking-nya diubah lah," kata Kapolri.

Jumlah pelaku judi online di Jawa Barat mencapai 2,9 juta. Setelah itu, disusul oleh Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kapolri menyampaikan pemain judi online ini berasal dari berbagai kalangan. Mulai pelajar, karyawan, hingga ibu rumah tangga.

Atas kondisi tersebut, Kapolri mengingatkan masyarakat untuk lebih hati-hati agar tidak terjerumus dengan judi online. Kebiasaan bermain judi online nantinya akan berdampak buruk terhadap ekonomi pribadi maupun ekonomi bangsa Indonesia.

Masalah lain yang ditekankan Kapolri adalah pinjaman online atau pinjol. Kapolri mewanti-wanti bahaya pinjol yang kemudian membuat banyak orang depresi.

"Ini tentunya yang kemudian juga menimbulkan banyak orang kemudian depresi dan kemudian akhirnya bunuh diri karena tidak kuat menghadapi tekanan ini terjadi. Tolong ini mari sama-sama kita jaga," kata Kapolri.

 

Editor : Muh. Syakir
#Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Berikan Komentar Anda