Banjir Terjang 5 Kecamatan di Maros, Ketinggian Air Capai 1,2 Meter
Banjir terparah terjadi di Dusun Kampala, Desa Bonto Mate'ne, Kecamatan Marusu. Ketinggian air di lokasi mencapai 1,25 meter.
MAROS, PEDOMANMEDIA - 5 kecamatan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) terdampak banjir akibat tingginya curah hujan dalam 3 hari terakhir. Hampir 4.000 jiwa ikut terdampak bencana ini.
"Ada 5 kecamatan yang terdampak," kata Kepala Pelaksana BPBD Maros, Towadeng kepada detikSulsel, Rabu (25/2/2026).
Kelima kecamatan yang terendam banjir, yaitu Marusu, Maros Baru, Lau, Bontoa dan Moncongloe. Towadeng mengaku bencana ini merupakan banjir susulan yang menerjang 8 kecamatan sehari sebelumnya, Selasa (24/2).
"Kemarin banjir di delapan kecamatan. Hari ini wilayah Turikale, Simbang dan Bantimurung banjir sudah surut," tutur Towadeng.
BPBD Maros belum melakukan evakuasi kepada warga yang terdampak di posko bencana. Towadeng beralasan banyak warga memilih menyelamatkan diri ke rumah kerabatnya.
"Jumlah warga yang terdampak sekitar 3.800 dari 1.300 KK. Untuk sementara belum ada pengungsi yang terkoordinir, warga melakukan pengungsian mandiri ke rumah kerabat," ucapnya.
Banjir terparah terjadi di Dusun Kampala, Desa Bonto Mate'ne, Kecamatan Marusu. Ketinggian air di lokasi mencapai 1,25 meter.
"Terparah di Dusun Kampala Desa Bonto Mate'ne dengan ketinggian 1.25 meter. Kendaraan belum bisa masuk," tutur Towadeng.
Pihaknya mengimbau warga untuk tetap waspada ancaman cuaca ekstrem. Berdasarkan laporan BMKG, wilayah Maros menjadi salah satu daerah yang berstatus siaga banjir.
"Yang perlu diwaspadai, (cuaca) besok dan lusa," pungkasnya.
