TEHERAN, PEDOMANMEDIA - Jumlah korban tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Iran telah mencapai 1.045 orang, lapor kantor berita Tasnim yang mengutip Iranian Foundation of Martyrs and Veterans Affairs.
Sementara itu, pada Selasa (3/3) Bulan Sabit Merah Iran mengatakan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan AS-Israel terhadap Iran bertambah menjadi 787 orang. Menurutnya, para korban dilaporkan mencakup warga sipil dan personel militer.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, dengan laporan terdapat kerusakan dan korban sipil. Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei gugur dalam serangan itu.
Iran kemudian meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Mohammad Mokhber, ajudan mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei pada Rabu (4/3), menegaskan, Iran tidak memercayai AS. "Tak ada kepercayaan pada Amerika, juga tak ada alasan untuk berunding," katanya dalam siaran televisi.
Menurut Mokhber, Iran mampu melanjutkan perang karena memiliki pengalaman delapan tahun, merujuk pada Perang Iran-Irak (1980-1988).
"Pengalaman sejarah menunjukkan kita tak takut perang, kita tak gentar melanjutkannya," serunya.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bersumpah tidak akan membiarkan begitu saja serangan yang dilancarkan AS dan Israel pada Sabtu.
Serangan tersebut dilancarkan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, dengan laporan kerusakan dan korban sipil. Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei gugur dalam serangan itu.
Iran kemudian meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah. IRGC menuduh AS-Israel menyerang sekolah, rumah sakit, stadion, restoran, dan gedung pernikahan untuk membuat panik masyarakat Iran. Mereka menyebut korban jiwa warga sipil telah melampaui 700 orang. 160 orang di antaranya anak-anak.
BERITA TERKAIT
-
AS-Iran Makin Panas Usai Trump Perluas Sanksi Ekonomi ke Teheran
-
AS-Iran Sepakat Akhiri Perang, Selat Hormuz Dibuka 19 Juni
-
AS-Iran Teken Kesepakatan Damai Pekan ini, Selat Hormuz Siap Dibuka
-
Usai Perundingan AS-Iran Gagal, KBRI Evakuasi 45 WNI dari Teheran
-
Perundingan Damai AS-Iran Gagal, Perang Bakal Meluas?