Senin, 09 Maret 2026 08:14

Minimalisir Banjir Tahunan, Pemkot Makassar Fokus Normalisasi Drainase di Manggala

Alat berat dikerahkan untuk menormalisasi drainase di  Manggala.
Alat berat dikerahkan untuk menormalisasi drainase di Manggala.

Zuhaelsi juga menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur drainase.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin menurunkan ekskavator untuk mengeruk sedimen dan memperbaiki drainase di Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Normalisasi drainase ini untuk mencegah banjir yang berulang kali terjadi di wilayah tersebut.

Normalisasi sejumlah drainase tersebut dilakukan di Blok 10 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala pada Minggu (8/3/2026). Langkah itu menjadi solusi konkrit terhadap masalah banjir yang menghantui warga setiap musim hujan.

"Pemerintah kota menurunkan alat berat dan mulai melakukan pengerjaan di sejumlah titik yang dinilai menjadi penyebab utama terjadinya genangan saat musim hujan," tutur Appi dalam keterangannya.

Baca Juga

Appi menegaskan langkah tersebut telah melalui berbagai kajian teknis dengan melibatkan sejumlah ahli. Ia menyebut kegiatan normalisasi ini menjadi komitmen pemerintah menghadirkan solusi nyata bagi warga, khususnya di kawasan Blok 10 dan Blok 8 yang kerap terkena banjir.

"Kami pemerintah kota juga memastikan bahwa proses penanganan ini akan terus dipantau agar hasilnya seperti apa, kita mau solusi benar-benar dirasakan oleh masyarakat, sehingga tidak lagi mengungsi saat musim hujan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Makassar Zuhaelsi Zubir menyebut normalisasi drainase dilakukan menggunakan ekskavator guna mempercepat waktu pembenahan drainase. Normalisasi tersebut berupa pengerukan sedimen yang mengendap di dasar saluran.

"Untuk lokasi blok lainnya, kami sudah melakukan normalisasi saluran menggunakan alat berat ekskavator PC 4,5 ton sepanjang Jalan Kecaping sampai Jalan Suling di Blok 10 Perumnas Antang, Kelurahan Manggala," kata Zuhaelsi.

Zuhaelsi menilai dengan pengerukan sedimen, kapasitas aliran air akan meningkat. Ia menyebut pihaknya juga mengoptimalkan fungsi waduk sebagai penampung air saat curah hujan tinggi.

Dengan meningkatkan kapasitas saluran air akan membuat sistem drainase lebih cepat mengalirkan air ke saluran pembuangan utama. Upaya tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi awal dalam menghadirkan solusi jangka panjang bagi persoalan banjir yang selama ini membayangi kawasan tersebut.

"Pekerjaan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan fungsi saluran air agar aliran drainase tetap lancar serta mengurangi potensi terjadinya genangan saat curah hujan tinggi," tuturnya.

Zuhaelsi mengatakan, pihaknya juga turut melakukan penggantian box culvert atau beton berbentuk kotak yang digunakan sebagai gorong-gorong. Box culvert lama yang berukuran 50 sentimeter itu kini diganti dengan ukuran 80 sentimeter untuk memperbesar kapasitas aliran air.

"Perubahan dimensi tersebut, kami lakukan karena lokasi saluran berada di jalur pembuangan air di Jalan Kecaping Raya yang langsung terhubung ke saluran menuju jembatan di Jalan Nipa-Nipa kawasan Antang," jelasnya.

Ia menilai penggantian tersebut menjadi langkah yang tepat karena pembuangan air menuju ke saluran utama dianggap cukup lambat. Kondisi tersebut yang kemudian menyebabkan genangan air bertahan lebih lama di kawasan permukiman.

"Karena sebelumnya ukuran box culvert kecil, aliran air yang keluar dari saluran ini sangat terbatas, sehingga lambat membuang air ke saluran menuju jembatan di Jalan Nipa-Nipa Antang," tuturnya.

Zuhaelsi juga menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur drainase. Hal tersebut menjadi langkah berkelanjutan dalam menangani persoalan genangan dan banjir saat curah hujan tinggi.

"Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi penataan sistem pengendalian banjir yang lebih terintegrasi di kawasan timur Makassar, yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan genangan saat musim hujan tiba," tutupnya.

 

Editor : Muh. Syakir
#Pemkot Makassar #Dinas PU Makassar
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer