Muh. Syakir : Rabu, 11 Maret 2026 13:31
Munafri Arifuddin

 

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA – Pemerintah Kota Makassar menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok menjelang Lebaran Idul Fitri. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar program menjemput bola lewat mobile pasar murah yang akan dilaksanakan di sejumlah wilayah kecamatan di Kota Makassar.

Wali Kota, Munafri Arifuddin menyampaikan, program loket mobile pangan ini dihadirkan sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang terjangkau.

“Melalui kegiatan ini, kami Pemerintah Kota Makassar berupaya menstabilkan harga di pasaran, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan di penghujung Ramadan dan jelang Idul Fitri,” kata Munafri.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin usai memimpin rapat koordinasi bersama Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar, Dinas Perdagangan, serta para camat se-Kota Makassar, dan PD Pasar di Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (10/3/2026).

Lanjut dia, selain membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, pasar murah juga diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat.

Program pangan murah ini, berlangsung di titik yang ditentukan, sekaligus menekan potensi inflasi daerah yang kerap dipicu oleh lonjakan harga sejumlah komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur menjelang Lebaran akhir bulan ini.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat di Kota Makassar, tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah meningkatnya permintaan bahan pangan memenuhi kebutuhan hari besar keagamaan menjelang hari raya.

Orang nomor satu di Kota Makassar itu menjelaskan, rencana tersebut diputuskan setelah pemerintah kota menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah perangkat daerah dan pihak kecamatan.

“Kami sudah melakukan meeting koordinasi bersama para camat, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Perindag, serta Bappeda untuk memastikan kondisi harga menjelang Idul Fitri stabil,” katanya.

“Biasanya di periode akhir Ramadan ini, harga-harga mulai mengalami kenaikan yang cukup signifikan dan bisa berdampak pada inflasi. Sehingga kami mencari solusi untuk kebutuhan masyarakat terpenuhi,” lanjut Munafri.

Ia mengungkapkan, mulai Rabu (11/3/2026), Pemerintah Kota Makassar akan menurunkan tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan untuk melaksanakan pasar murah di berbagai titik di Kota Makassar.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga menggandeng Perum Bulog untuk memastikan pasokan bahan pangan tersedia dan dapat dijual kepada masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.

“Selama sepuluh hari terakhir Ramadan, teman-teman dari Ketahanan Pangan dan Dinas Perindag akan turun langsung bersama bahan kebutuhan pokok dari Bulog untuk membuat beberapa pasar murah di berbagai tempat setiap hari,” jelasnya.

Apa yang dilakukan tersebut katanya, bagian dari tugas Pemerintah Kota Makassar mengintensifkan langkah pengendalian inflasi menjelang Idul Fitri dengan menggelar pasar murah di sejumlah wilayah kecamatan.

Melalui program pasar murah tersebut, pemerintah berharap kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat terpenuhi, khususnya di tengah kecenderungan kenaikan harga menjelang akhir Ramadan.

“Selain itu, intervensi pasar ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok agar tidak melonjak terlalu tinggi,” kata mantan CEO PSM itu.

Ini bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar menugaskan sejumlah perangkat daerah untuk memastikan program ini berjalan optimal.

Munafri menyebutkan, setiap hari pemerintah kota akan membuka sekitar 8 sampai 9 titik pasar murah yang tersebar di sejumlah wilayah kecamatan.

“Setiap hari akan ada sekitar tujuh sampai delapan titik yang kita buka untuk merespons kondisi pasar, supaya rantai pasokan tetap stabil dan harga eceran di masyarakat tidak melonjak,” tegansya.