SENGKANG, PEDOMANMEDIA - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PU) Kabupaten Wajo dalam waktu dekat akan meninjau sejumlah proyek infrastruktur tahun 2020. Pemerintah akan meneliti kualitas proyek yang masih dalam masa pemeliharaan.
"Insyaa Allah dalam waktu dekat ini akan kami rapatkan dengan seluruh PPK dinas PU terkait hal itu. Sebelum nanti kita turun," katanya Kadis PU Kabupaten Wajo, Andi Pammeneri via telepon, Ahad (28/2/2021).
Menurut Pammeneri, rapat dengan PPK akan dilakukan dalam pekan mendatang. Setelah itu tim akan mengecek dan melihat kondisi langsung pekerjaan yang telah terlaksana pada tahun 2020.
"Rencananya Senin esok atau Selasa saya akan rapatkan hal ini dengan anggota PPK PU. Apabila nantinya ada yang ditemukan dianggap perlu perbaikan, tentu akan kami instruksikan untuk melakukan perbaikan. Sebelum batas waktu masa pemeliharaan berakhir," paparnya.
Disinggung soal jangka waktu masa pemeliharaan dan total anggaran untuk pemeliharaanya, mantan kepala Katahanan Pangan Wajo ini belum memberikan tanggapan. Ia menyebut butuh koordinasi mengenai hal itu.
Terpisah Ketua Komisi lll DPRD Wajo, Taqwa Gaffar mengungkapkan hal serupa. Ia juga mengaku akan meninjau lokasi proyek di 14 kecamatan. Pasalnya, proyek proyek itu baru saja selesai dan dikhawatirkan ada yang tidak sesuai standar mutu.
"Dan ini kami laksanakan berkaitan juga sebagai mitra kerja komisinya dengan instansi PU dan terkait fungsi pengawasan Dewan terhadap paket-paket pekerjaan yang terlaksana tahun 2020. Kita perlu untuk mengecek kualitas pekerjaan," ujarnya.
Kata Taqwa, jika ditemukan ada kekurangan akan diberikan rekomendasi ke dinas terkait untuk melakukan perbaikan atau pembenahan segera.
Seperti diketahui kalau dari slaah satu dari sekian banyak pekerjaan proyek yang telah terlaksana pada tahun 2020 lalu yang menelan anggaran miliaran rupiah itu sempat ada yang menuai pertanyaan dan sorotan dari publik terkait dengan soal kualitas dan mutu pekerjaan dan perlu untuk dilakukan pembenahan atau pemeliharaan melalui anggaran masing masing paket pekerjaan dari anggaran dana pemeliharaanya tersebut.
Salah satu contoh titik yang disorot publik adalah keretakan terhadap pekerjaan Jalan poros Tingaraposi, Kecamatan Maniangpajo. Proyek ini dikerjakan tahun lalu. Belum setahun proyek ditemukan retak di mana-mana.
Proyek jalan ini dinilai berkualitas rendah. Publik berharap dilakukan beberapa perbaikan atas keretakan di beberapa titik. Jalan ini merupakan akses utama masyarakat sekitar. Khususnya Minangatellue dan Abbanuangnge yang sudah lama menantikan jalan mulus.