MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah cepat mengatasi persoalan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Kecamatan Manggala. Tiga unit ekskavator tambahan disewa sebagai solusi darurat setelah tumpukan sampah tidak lagi tertangani.
Camat Manggala, Ahmad, mengatakan kebijakan tersebut diambil menyusul kerusakan alat berat yang membuat kondisi di lokasi memburuk.
“Tadi malam disewa tiga ekskavator tambahan untuk dimasukkan ke lokasi,” ujar Ahmad, Minggu (29/3/2026).
Dengan tambahan alat tersebut, penanganan sampah mulai kembali berjalan. Tumpukan yang sempat meluber perlahan diurai.
Ia memastikan kondisi di lokasi mulai terkendali, meski masih bersifat sementara.
“Jadi aman saya lihat ini, aman untuk sementara ini,” lanjutnya.
Sebelumnya, akses menuju TPA sempat ditutup warga di jalur masuk TPA Bintang 5. Penutupan dilakukan akibat keresahan warga setelah rembesan air dari tumpukan sampah masuk ke dalam rumah. Setidaknya tiga rumah terdampak langsung oleh kondisi tersebut.
“Saya lihat memang ada rembesan air dari tempat sampah masuk ke rumah warga, ada tiga rumah yang terdampak,” ungkap Ahmad.
Rembesan tersebut diduga merupakan air lindi yang mengalir dari tumpukan sampah ke permukiman.
“Masuk ke rumah warga, sehingga mereka berinisiatif bersama menutup akses jalan,” katanya.
Penutupan akses berdampak pada operasional pengangkutan sampah. Kendaraan tidak bisa masuk ke area TPA, sehingga memperparah penumpukan. Sampah yang datang tidak dapat segera ditangani.
Ahmad mengaku langsung turun ke lokasi bersama pejabat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Plh Sekretaris Daerah, Dahyal, untuk berkomunikasi dengan warga. Negosiasi dilakukan sejak siang hingga malam hari.
“Saya sempat ke sana untuk komunikasi langsung dengan warga, meminta agar akses bisa dibuka,” tuturnya.
Namun, proses tersebut tidak berjalan mudah. Warga tetap menutup akses sebelum ada solusi nyata. Kelompok ibu-ibu disebut menjadi barisan terdepan dalam aksi tersebut, sehingga pendekatan dilakukan secara persuasif.
Penutupan akses diketahui terjadi sehari sebelumnya. Ahmad mengaku mendapat laporan secara mendadak.
“Kemarin pagi ditutup, saya juga kaget karena tiba-tiba mendapat telepon akses sudah ditutup,” katanya.
Di balik persoalan ini, terungkap adanya kerusakan alat berat. Dari tujuh unit ekskavator, hanya satu yang masih berfungsi. Akibatnya, pengelolaan sampah tidak berjalan normal dan tumpukan dibiarkan menumpuk.
“Ada tujuh alat tidak beroperasi, tersisa satu unit saja,” jelasnya.
Ekskavator sebelumnya digunakan untuk merapikan dan mengangkut sampah. Namun, karena banyak yang rusak, proses tersebut terhenti. Kerusakan diduga akibat campuran air hujan dan bahan bakar yang merusak mesin.
“Rusak karena solar bercampur air, itu penyebabnya,” ungkapnya.
Kondisi semakin berat karena volume sampah meningkat pasca Lebaran. Produksi sampah melonjak dalam beberapa hari terakhir, sehingga kapasitas TPA semakin tertekan.
Kini, dengan tambahan ekskavator, kondisi mulai membaik. Pemerintah berharap situasi tetap terkendali sambil menyiapkan solusi jangka panjang.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Janji Appi di May Day 2026: Buruh Harus jadi Bagian Pembangunan Inklusif
-
Makassar Siap Jadi Tuan Rumah MTQ KORPRI 2026, Dipusatkan di Karebosi
-
Hadapi El Nino Godzilla, Appi Minta BPBD Siapkan Penanganan Terencana
-
Makassar-Jepang Lanjutkan Kerja Sama: Kelola Sampah-Atasi Macet
-
May Day 2026 di Makassar, Appi Janjikan Meriah-Dialogis, tak Ada Long March