Muh. Syakir : Rabu, 01 April 2026 10:02
Munafri Arifuddin

 

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pemerintah Kota Makassar berjanji akan mempercepat pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tamangapa, Kecamatan Manggala. Pemkot kini tengah mempersiapkan proses pembebasan lahan.

Komitmen disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin usai menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) percepatan implementasi PSEL. Rapat dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan di Gedung Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Appi, sapaan Munafri mengatakan pemerintah pusat saat ini mendorong akselerasi proyek PSEL di berbagai daerah. Langkah ini merupakan arahan langsung Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Barusan kita mengikuti rapat koordinasi menyangkut perkembangan dan progres PSEL yang benar-benar di-push untuk akselerasi. Ini adalah perintah langsung Bapak Presiden agar proyek ini bisa berjalan lebih cepat dan lebih masif,” jelas Politisi Golkar ini. 

PSEL menjadi solusi strategis bagi kota besar yang menghadapi persoalan sampah, terutama daerah dengan timbunan sampah di atas 1.000 ton per hari. 

Makassar termasuk dalam daftar prioritas pengembangan proyek tersebut. Pemkot Makassar usulkan lokasi PSEL di TPA Tamangapa, Kecamatan Manggala. Lokasi tersebut dinilai paling strategis. TPA Tamangapa merupakan pusat pengelolaan sampah utama di Makassar.

Penempatan PSEL di area itu dianggap lebih efisien. Sebab, tidak memerlukan pemindahan sampah ke lokasi lain sehingga menghemat biaya operasional. 

Termasuk mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menurut Appi, kawasan tersebut telah lama difungsikan sebagai tempat pembuangan akhir. Zona di TPA Tamangapa juga mendukung pembangunan fasilitas industri. 

Dengan begitu, pengembangan PSEL dapat terintegrasi.

"Semoga ini menjadi investasi yang bermanfaat, mampu menyelesaikan persoalan sampah, sekaligus memberikan dampak positif bagi Kota Makassar dan masyarakat," jelas mantan Bos PSM ini.

Fokus Pembebasan Lahan

Pemerintah Kota Makassar saat ini menyiapkan berbagai aspek pendukung, termasuk penyelesaian administrasi dan pembebasan lahan. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin berharap proyek ini segera direalisasikan dan menjadi investasi jangka panjang bagi daerah. 

Selain mengatasi persoalan sampah, PSEL juga berpotensi menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Ini bukan hanya solusi sampah, tapi juga peluang energi bagi kota kita,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar proyek berjalan sesuai target. 

Ketua IKA Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin ini optimistis Makassar dapat menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengembangan PSEL di Indonesia. Pada 6 Februari lalu, Zulkifli Hasan meninjau TPA Antang bersama Munafri.

Ia mendukung penuh rencana Pemkot Makassar membangun PSEL di TPA Antang. Menurutnya, lokasi tersebut merupakan tempat paling tepat.

Sejak awal, lokasi tersebut memang telah difungsikan sebagai tempat pembuangan akhir sampah Kota Makassar.

“Kalau memang di sini sudah tempat pembuangan akhir sampah, lebih gampang prosesnya. Akses keluar masuknya sudah ada. Tidak perlu lagi memaksakan pembangunan di lokasi baru,” kata Zulkifli.

Ia menilai pemindahan lokasi pembangunan ke kawasan lain justru berpotensi menimbulkan penolakan masyarakat dan memperlambat realisasi proyek.

Karena itu, pemerintah pusat meminta Pemkot Makassar segera menindaklanjuti secara administratif agar proyek tidak kembali terhambat.

“Kalau banyak perlawanan dari masyarakat, susah itu. Tidak bisa kita paksakan lokasi baru. Ya sudah, di sini saja dibangun, di TPA Antang,” tegasnya.

Zulkifli Hasan juga secara langsung menyatakan persetujuannya terhadap pembangunan PSEL/PLTSa di TPA Antang.

Ia menginstruksikan Pemerintah Kota Makassar untuk segera menyiapkan kembali seluruh dokumen yang dibutuhkan, termasuk melakukan tender ulang sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku.