Senin, 01 Maret 2021 07:03

Aktivis Minta Semua Award Antikorupsi Nurdin Abdullah Dicabut

Nurdin Abdullah saat menerima Bung Hatta Anti-Corruption Award tahun 2017.
Nurdin Abdullah saat menerima Bung Hatta Anti-Corruption Award tahun 2017.

Indonesia Corruption Watch (ICW) juga meminta agar penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award yang pernah disematkan kepada Nurdin dicabut.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Aktivis dari berbagai lembaga meminta agar seluruh award antikorupsi yang pernah disandang Nurdin Abdullah dicabut. Nurdin dinilai tak pantas lagi dengan penghargaan itu setelah terjerat korupsi.

"Award yang pernah ia terima harus dicabut. Karena dia sudah mencoreng namanya sendiri sebagai tokoh antikorupsi," ujar kata peneliti ICW Egi Primayogha kepada wartawan, Minggu (28/2/2021).

Egi mengatakan, Nurdin Abdullah yang terjerat korupsi mengecewakan kita semua. Sebab dia adalah tokoh yang dikenal begitu sederhana. Dan identik dengan perilaku antikorupsi.

Baca Juga

"Tetapi hari ini dia menunjukkan bahwa semua predikat itu harus dicabut. Ini sangat kita sayangkan," katanya.

Indonesia Corruption Watch (ICW) juga meminta agar penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award yang pernah disematkan kepada Nurdin mestinya dicabut. Nurdin pernah mendapatkan penghargaan itu pada 2017. Ia juga menerima penghargaan yang sama dari Ombudsman.

Penghargaan diberikan Ombudsman atas kepatuhan terhadap standar pelayanan publik yang dikembangkan Nurdin selama menjadi kepala daerah. Namun semua prestasi itu kata Egy, harus dicabut karena ia telah mencorengnya sendiri.

"Ini semua pelajaran bahwa pada sosok sosok yang dikenal bersih pun bisa tidak konsisten. Jadi pengawasan tidak boleh longgar. Karena siapapun berpotensi melakukan penyelewengan," katanya.

Nurdin Abdullah ditetapkan menjadi tersangka gratifikasi dalam proyek infrastruktur di Sulsel. Selain Nurdin, juga telah ditetapkan tersangka dua orang lainnya. Mereka adalah Sekretaris Dinas PUPR Sulsel Edy Rahmat (ER) dan Andi Sucipto (AS). Sucipto diduga sebagai tersangka pemberi suap kepada Nurdin.

Ketua KPK Firli Bahuri menuturkan pada awal Februari Nurdin Abdullah dan Edy Rahmat bertemu dengan Agung Sucipto terkait proyek Wisata Bira. AS telah mendapatkan proyek pekerjaan Wisata Bira atas peran Nurdin.

Nurdin Abdullah, kata Firli, kemudian menyampaikan kepada Agung Sucipto selaku kontraktor melalui Sekdis PUTR Provinsi Sulawesi Selatan Edy Rahmat bahwa proyek tetap dilanjutkan. Nurdin memerintahkan kepada Edy segara mempercepat dokumen.

KPK memastikan telah mengantongi bukti kuat dugaan suap Nurdin. KPK menyebut Nurdin menerima suap dari Sucipto.

Editor : Muh. Syakir
#KPK Tangkap Nurdin Abdullah #Ketua KPK Firli Bahuri #Award Antikorupsi
Berikan Komentar Anda