MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan mengoperasikan Petepete Laut pada Mei 2026 mendatang. Layanan transportasi antarpulau ini akan beroperasi dari rute Barrang Lompo hingga ke Lanjukang.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza mengatakan Petepete Laut akan diawali dengan soft launching sekaligus uji coba operasional guna melihat efektivitas layanan di lapangan.
"Mudah-mudahan bulan Mei sudah bisa kita mulai. Kita akan soft launching dulu, kemudian trial untuk melihat bagaimana perkembangannya," kata Rheza dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026).
Rheza mengatakan armada yang tersedia untuk tahap awal baru satu unit kapal bantuan. Kapal yang disiapkan memiliki kapasitas angkut sekitar 25 hingga 30 penumpang, dengan kemungkinan penyesuaian tergantung muatan barang.
"Armada yang disiapkan merupakan kapal kayu dengan kecepatan maksimal sekitar 7 knot dalam kondisi laut normal," jelasnya.
Pete-pete Laut ini juga hanya dapat beroperasi sekitar 12 hingga 13 kali dalam satu periode anggaran. Artinya akan beroperasi sekali dalam sepekan.
"Kalau nanti ada penambahan anggaran, mungkin bisa ditingkatkan menjadi dua kali sepekan," sambung Rheza.
Rheza menambahkan, pihaknya telah melakukan survei rute pelayaran sekaligus menghitung kebutuhan operasional kapal. Termasuk estimasi penggunaan BBM dan waktu tempuhnya.
"Jadi, kami mulai dari daratan menuju Barrang Lompo, kemudian kami hitung kebutuhan BBM dan waktu tempuhnya," kata Rheza dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026),
Rute tersebut mulai dari pulau Barrang Lompo ke Lumu-Lumu, Langkai, lalu ke Lanjukang. Kemudian kembali lagi melalui Barrang Lompo ke Bonetambung, Lumu-Lumu, Lanjukang, turun ke Langkai dan kembali ke Barrang Lompo.
"Itu rute yang sudah kami survei," lanjut Rheza.
Sementara untuk rute lainnya, seperti wilayah Pulau Kodingareng masih dalam tahap kajian karena letaknya yang lebih jauh ke arah laut lepas. Namun menurut Rheza, tidak menutup kemungkinan rute tersebut akan dilayani apabila terdapat tambahan armada di masa mendatang.
"Kalau Kodingareng memang masih kami pikirkan, karena posisinya lebih keluar. Tapi kalau nanti ada tambahan kapal, bisa saja dibuat rute khusus Barrang Lompo ke Kodingareng," ujarnya.
Berdasarkan hasil survei tersebut, Rheza menyebut hanya beberapa pulau seperti Barrang Lompo, Langkai, dan Bonetambung yang memiliki dermaga. Sementara Lumu-Lumu dan Lanjukang belum memiliki dermaga.
BERITA TERKAIT
-
Appi Wanti-wanti Ancaman El Nino Juni: Kita akan Hadapi Krisis Air
-
Appi Pilih Pakai Randis Lama, Anggaran Dialihkan ke Pendidikan-Infrastruktur
-
Appi Ingatkan OPD Soal SAKIP: Tak Boleh Sekadar Formalitas Administratif
-
Berkontribusi dalam Penanganan Bencana, Pemkot Makassar Beri Award ke PLN
-
TPA Antang Menuju Sanitary Landfill, Pemkot Makassar Butuh Rp29 M