Muh. Syakir : Selasa, 28 April 2026 17:34
Pihak Pemprov Sulsel mengunjungi rumah keluarga kapten kapal asal Gowa yang disandera perompak.

GOWA, PEDOMANMEDIA - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman tengah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk melakukan upaya penyelamatan terhadap kapten kapal tanker minyak Honour 25, Ashari Samadikun (33) yang disandera perompak di perairan Somalia. Pemerintah pusat kata Sudirman akan mengambil langkah konkret secepatnya.

"Kita telah berkoordinasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) serta Kementerian Luar Negeri. Kami berharap ada langkah secepatnya dari pusat agar Ashari dan seluruh kru kapal bisa dievakuasi dengan selamat," ujar Sudirman, dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).

Sudirman juga memastikan, pemprov terus meng-update perkembangan kasus ini.

"Kita terus memonitor perkembangannya," ucap Sudirman. 

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel, Jayadi Nas telah mengunjungi rumah keluarga korban di Dusun Moncongloe, Desa Paccellekang, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa, Senin (27/4) malam. Kunjungan ini atas arahan Gubernur Sulsel.

Jayadi menjelaskan, kunjungan tersebut untuk memastikan pendampingan kepada keluarga sekaligus memperkuat koordinasi lintas pemerintah. Pihaknya juga memfasilitasi komunikasi keluarga korban dengan Wakil Menteri P2MI guna memperoleh informasi terkini terkait kondisi korban.

"Semalam kami berkunjung ke kediaman keluarga korban. Atas arahan bapak Gubernur, kami bergerak cepat berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Bahkan kami sambungkan pihak keluarga dengan Wakil Menteri melalui telepon," jelas Jayadi.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban telah disandera bajak laut sejak 21 April 2026. Ashari bertugas sebagai kapten kapal tanker yang mengangkut muatan minyak dari wilayah Uni Emirat Arab menuju Somalia.

Pada pelayaran sebelumnya, kapal tersebut mendapat pengawalan keamanan dan berjalan lancar. Namun pada pelayaran berikutnya, kapal tidak lagi dikawal sehingga diduga menjadi celah bagi aksi perompakan.

Jayadi menyebutkan, terdapat 18 awak kapal yang menjadi korban penyanderaan, dengan empat di antaranya merupakan warga negara Indonesia, termasuk satu orang asal Sulsel. Kasus ini juga ditangani melalui jalur diplomasi pemerintah pusat dengan melibatkan otoritas terkait di kawasan perairan internasional.

Menurutnya, korban masih dapat berkomunikasi dengan keluarga dan dalam kondisi selamat. Kendati begitu, situasi tetap menjadi perhatian serius.

"Kehadiran kami untuk memastikan bahwa pemerintah hadir dan terus berupaya berkoordinasi agar ada mediasi sehingga korban dapat dilepaskan dengan selamat," ujarnya.

Dia menambahkan, keluarga korban menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemprov Sulsel. Pihaknya turut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu perkembangan resmi dari pemerintah.

"Orang tua korban berharap dan terus berdoa agar anaknya segera dibebaskan," imbuh Jayadi.