Muh. Syakir : Rabu, 29 April 2026 16:08

TATOR, PEDOMANMEDIA - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menjadi salah satu bentuk perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Dengan adanya JKN, masyarakat tidak perlu lagi terlalu khawatir mengenai biaya pengobatan sehingga dapat lebih fokus pada proses penyembuhan.

Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh Nining Sri Rahayu (35), seorang ibu rumah tangga asal Makale, Kabupaten Tana Toraja.

“Menurut saya, dengan adanya JKN ini sangat membantu, apalagi kesehatan merupakan hal yang sangat fundamental dalam kehidupan. Jika sakit, tentu harus berobat, sementara kita tahu biaya pengobatan saat ini tidak sedikit. Untung ada JKN, sehingga sangat meringankan biaya,” jelasnya pada Jumat (27/02).

Nining saat ini tengah mendampingi anaknya, Arya (10), yang sedang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lakipadada karena mengidap sinusitis. Ia pun berbagi pengalamannya selama menemani anak semata wayangnya tersebut berobat dan bagaimana Program JKN membantu proses pengobatan yang dijalani.

“Sekitar dua bulan lalu anak saya mengalami pilek dan batuk berdahak. Setiap kali batuk, seperti ingin muntah karena sulit mengeluarkan dahak yang sangat kental. Awalnya saya mengira hanya batuk pilek biasa, tetapi tidak kunjung sembuh. Akhirnya saya membawanya ke puskesmas dan kemudian dirujuk ke RSUD Lakipadada. Setelah dilakukan pemeriksaan rontgen, diketahui bahwa anak saya menderita sinusitis,” ungkap Nining.

Saat ini, Arya harus menjalani pengobatan secara rutin di rumah sakit, termasuk kontrol berkala dan konsumsi obat sesuai anjuran dokter. Nining mengaku tetap berupaya menjalani seluruh proses pengobatan dengan baik demi kesembuhan anaknya.

Nining sendiri terdaftar sebagai peserta JKN melalui tanggungan suaminya yang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Keluarganya tercatat aktif sebagai peserta JKN pada segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), sehingga seluruh anggota keluarga dapat mengakses layanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Lebih lanjut, Nining menceritakan bahwa sebelumnya Arya juga sempat menjalani perawatan di rumah sakit karena mengidap bronkitis. Kondisi tersebut sempat membuatnya khawatir karena gangguan pada saluran pernapasan yang dialami anaknya cukup serius.

“Sebelumnya Arya juga pernah dirawat inap di RSUD Lakipadada karena bronkitis. Saat itu kondisinya cukup serius hingga harus dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD),” ujarnya.

Meski sempat diliputi kekhawatiran, Nining mengaku proses pengobatan berjalan dengan lancar berkat adanya Program JKN. Menurutnya, selama mengikuti prosedur yang berlaku, layanan kesehatan dapat diakses dengan mudah tanpa kendala berarti.

Bagi Nining, kehadiran Program JKN tidak hanya membantu dari sisi pembiayaan, tetapi juga memberikan ketenangan bagi orang tua dalam mendampingi anak menjalani pengobatan. Ia merasa lebih fokus dalam proses penyembuhan tanpa harus terbebani oleh biaya layanan kesehatan.

“Dengan adanya JKN, kami sebagai orang tua merasa lebih tenang. Setidaknya ketika anak sakit, kami tidak perlu terlalu khawatir memikirkan biaya pengobatan dan bisa lebih fokus pada kesembuhan anak,” tutupnya.