Muh. Syakir : Jumat, 01 Mei 2026 18:52

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kota Makassar tampil dengan wajah baru yang lebih inklusif dan dialogis. Tak ada lagi ketegangan orasi jalanan.

Peringatan tahun ini justru disulap menjadi ruang temu produktif antara elemen buruh dan Pemerintah Kota melalui konsep “May Day Fest 2026”.

Berpusat di Lapangan Karebosi, Jumat (1/5/2026), kegiatan ini menjadi panggung kolaborasi bagi Koalisi Gerakan Rakyat, serikat pekerja, pengusaha, hingga pelaku UMKM.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa momentum ini sengaja dirancang sebagai ruang strategis bagi buruh untuk menyalurkan aspirasi secara langsung kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Peringatan May Day 2026 di Makassar tahun ini hadir dengan konsep berbeda, lebih inklusif, dan berbasis kolaborasi. Ini adalah ruang komunikasi terbuka bagi semua pihak,” ujar pria yang akrab disapa Appi tersebut.

Perubahan paradigma ini menjadikan Makassar sebagai role model nasional dalam merayakan Hari Buruh secara konstruktif. Alih-alih melakukan aksi turun ke jalan yang kerap memicu kemacetan, para buruh kini bisa berdialog vertikal mengenai isu upah layak, jam kerja, hingga perlindungan tenaga kerja dalam suasana yang kondusif.

Wali Kota Makassar menekankan bahwa pembangunan kota tidak boleh lepas dari kesejahteraan pekerjanya. Sebagai langkah nyata, Pemkot Makassar terus memperkuat perlindungan bagi pekerja rentan melalui jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Saat ini perlindungan jaminan sosial telah menjangkau sekitar 81 ribu tenaga kerja di Makassar. Ini bukan sekadar angka, melainkan bentuk kehadiran negara dalam melindungi warganya,” tegas Appi.

Sinergi Ekonomi: Buruh dan UMKM Bersatu

Keunikan May Day Fest tahun ini juga terlihat dari hadirnya deretan stan UMKM di kawasan Karebosi. Langkah ini diambil untuk menggabungkan semangat perjuangan buruh dengan geliat ekonomi kerakyatan. Pemerintah Kota berharap sektor UMKM mampu terus tumbuh dan membuka lapangan kerja baru bagi warga Makassar.

Konsep baru ini disambut positif oleh pihak pekerja. Koordinator Koalisi Gerakan Rakyat, Akhmad Rianto, mengapresiasi langkah berani Pemkot Makassar yang membuka pintu dialog selebar-lebarnya.

“Ini adalah terobosan. Jika sebelumnya identik dengan unjuk rasa, tahun ini dikemas lebih kondusif dan penuh solidaritas. Seluruh kekuatan rakyat, mulai dari buruh, petani, hingga pedagang tradisional berkumpul di sini dengan penuh kegembiraan,” ungkap Akhmad.

Rangkaian acara ditutup dengan Great Gathering di Tribun Karebosi setelah sebelumnya ribuan peserta mengikuti Fun Walk yang melintasi jalan-jalan utama kota. Hadir pula dalam acara tersebut Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, unsur Forkopimda, serta jajaran Dinas Tenaga Kerja yang ikut berbaur bersama massa aksi.

“May Day di Makassar bukan lagi tentang konfrontasi, melainkan kebersamaan dalam membangun solusi,” tutup Munafri.