TORUT, PEDOMANMEDIA - Pertokoan Rantepao akhirnya dibongkar. Warga pun memadati lokasi dan protokol kesehatan tak diindahkan
Sejumlah warga yang menyaksikan pun mulai mengabadikan momen tersebut melalui kamera ponsel bahkan ada juga yang langsung membagikannya di sosial media.
Proses pembongkaran dikawal sedikitnya 400 aparat gabungan TNI, Polri, Satpol PP, dan Damkar Torut.
Ketika pembongkaran dilakukan, Pertokoan sudah dalam keadaan kosong. Diketahui pedagang mulai mengosongkan pertokoan beberapa hari lalu.
"Beberapa hari yang lalu sudah banyak yang kosongkan, sampai kemarin malam, ramai pedagang," ujar Fila salah seorang warga Rantepao.
Pembongkaran menimbulkan kemacetan lalu lintas terutama di area dekat Pertokoan, sehingga polisi mulai mengalihkan pengendara ke ruas jalan lain.
"Macet sekali, banyak sekali orang jadi. Hari ini jadi momen bersejarah, tidak ada lagi pertokoan," katanya.
Sementara itu, terlihat pembongkaran pertokoan itu tak mengindahkan protokol kesehatan.
Dari pantauan PEDOMANMEDIA di lokasi pembongkaran, ada ratusan masyarakat yang menyaksikan pembongkaran, tersebut dan terlihat tidak indahkan protokol kesehatan (kerumunan).
Kepala Puskesmas Rantepao dr Yusti yang dikonfirmasi mengenai dengan adanya kerumunan tersebut mengaku tidak bisa membendung hal tersebut. .
"Susah itu dibendung pak kalau situasi seperti ini, karena sudah memanas, Covid-19 juga sudah lama," katanya.
BERITA TERKAIT
-
Ikuti Asistensi APBL, Program Lembang Salu Sopai Kini Lebih Terarah
-
Dorong Transparansi, 111 Lembang di Toraja Utara Lakukan Asistensi APBL di Dinas PML
-
Bupati Frederik Minta Warga Torut Tanamkan Budaya Malu Soal Kebersihan
-
Pemkab Torut Raih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) 2026
-
Telan Rp12,3 M, Bupati Frederik Resmikan Jembatan Termahal di Torut