Muh. Syakir : Jumat, 08 Mei 2026 14:37

AMBON, PEDOMANMEDIA - Sebanyak 20 pendaki dilaporkan terjebak setelah Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, meletus pada Jumat (8/5) pagi. Dari jumlah tersebut, sembilan di antaranya merupakan warga Singapura, sementara sisanya warga negara Indonesia (WNI).

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan puluhan personel gabungan dikerahkan untuk mencari para pendaki.

"Kami telah mengerahkan puluhan personel, termasuk kepolisian, untuk mencari 20 pendaki yang terjebak akibat erupsi," kata Iwan.

Proses pencarian ini setelah Basarnas Command Center (BBC) menerima adanya deteksi sinyal darurat (SOS) dari perangkat Garmin pada titik koordinat 1°42'13.7"N 127°52'50.2"E.

Asap putih kelabu dari aktivitas erupsi Gunung Dukono membumbung tinggi ke angkasa terlihat dari depan Kantor Bupati Halmahera Utara, Kawasan Pemerintahan, Gamsungi, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026). Foto: Dok. BNPB

Iwan menyebut, laporan tersebut selaras dan telah dikonfirmasi oleh Kepala Desa Mamuya.

"Menindaklanjuti insiden darurat tersebut, Kepala Desa Mamuya secara resmi meminta bantuan SAR untuk proses evakuasi para korban," jelas Iwan.

Iwan menambahkan, pihaknya langsung merespons hal tersebut dan lokasi kejadian berada di wilayah Kantor SAR Ternate, pada pukul 09.56 WIT, Tim Rescue Pos SAR Tobelo langsung dikerahkan menuju Posko Pengamatan Gunung Dukono.

Saat ini Tim SAR Gabungan Halmahera Utara (Halut) masih terus berupaya menuju lokasi untuk melakukan evakuasi korban.

Unsur yang terlibat Basarnas Pos SAR Tobelo, Polres Halut, Kodim Tobelo, BPBD Halut, dan masyarakat setempat.

Letusan Gunung Dukono terjadi pukul 07.41 WIT, melontarkan kolom abu vulkanik 10 km dari atas puncak.

Hingga kini, belum ada laporan gangguan penerbangan akibat erupsi tersebut.

 

BERITA TERKAIT