JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Utang pemerintah tumbuh signifikan hingga akhir Maret 2026. Kementerian Keuangan mencatat, posisi utang pemerintah mendekati angka Rp10 ribu triliun.
Dikutip dari laman resmi DJPPR Kemenkeu, dengan jumlah tersebut rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sudah mencapai 40,75 persen.
“Pemerintah mengelola utang secara cermat dan terukur untuk mencapai portofolio utang yang optimal dan mendukung pengembangan pasar keuangan domestik,” tulis DJPR dalam laman tersebut, Minggu (10/5).
Terkait komposisi, jumlah tersebut terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) dan pinjaman. Total utang dari SBN adalah Rp 8.652,89 triliun. Sedangkan total utang yang berasal dari pinjaman sudah mencapai Rp 1.267,52 triliun.
“Komposisi utang pemerintah mayoritas berupa instrumen SBN yang mencapai 87,22 persen,” lanjut keterangan laman itu.
Meski demikian, total utang pemerintah tersebut masih berada di bawah aturan yang berlaku mengenai batas rasio utang terhadap PDB. Saat ini, hal itu diatur dalam UU No.1/2003 tentang Keuangan Negara. Dalam aturan tersebut, rasio utang pemerintah maksimal adalah 60 persen dari PDB.
Terkait SBN, sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyebut ia akan meluncurkan Bond Stabilization Fund (BSF) sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas pasar surat utang negara.
Kebijakan ini disebut akan mulai dijalankan dalam waktu dekat, seiring dengan meningkatnya tekanan di pasar obligasi dalam beberapa bulan terakhir. Langkah ini diambil di tengah tren kenaikan yield obligasi pemerintah sejak awal tahun.
Purbaya menilai lonjakan yield yang cukup cepat dapat berdampak pada harga obligasi yang menurun, sehingga berpotensi memicu tekanan di pasar, terutama dari investor asing.
BERITA TERKAIT
-
PNM akan Dikelola Kemenkeu, GMNI: PNM Harus Tetap Wajah Aslinya
-
Terungkap! Dana Pemda Masih Ngendap di Bank Capai Rp85 Triliun
-
Kemenkeu Terima Laporan 964 Pegawainya Punya Harta Kekayaan tak Wajar
-
Terungkap! Transaksi Mencurigakan Rp300 T di Ditjen Pajak-Bea Cukai Libatkan 460 Orang
-
Sebulan Utang RI Naik Rp40 T, Kini Tembus Rp7.163 T