TATOR, PEDOMANMEDIA - BPJS Kesehatan Cabang Makale melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) bagi puskesmas se-Kabupaten Tana Toraja, Rabu (15/04).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Makale, Natalia Panggelo menegaskan kegiatan ini untuk evaluasi terhadap capaian kinerja Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Program KBK merupakan sistem pembayaran kapitasi yang didasarkan pada pencapaian indikator kinerja puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN. Melalui program ini, BPJS Kesehatan mendorong optimalisasi pelayanan di tingkat FKTP agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih efektif, berkualitas, dan berkesinambungan.
Lanjutnya, bahwa terdapat tiga indikator utama dalam penilaian KBK. Indikator pertama adalah angka kontak, yaitu jumlah peserta JKN yang memperoleh pelayanan di FKTP. Indikator kedua adalah rasio rujukan nonspesialistik, yakni peserta dengan diagnosis yang seharusnya dapat ditangani di FKTP tetapi dirujuk ke rumah sakit.
Sementara indikator ketiga adalah rasio peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang terkendali.
“Kami berharap seluruh puskesmas dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih optimal, proaktif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta JKN. Dengan begitu, manfaat Program JKN dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat,” ujar Natalia.
Ia menambahkan bahwa terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama pada tahun 2026, khususnya terkait peningkatan rasio rujukan dan capaian indikator KBK di masing-masing FKTP.
“Untuk capaian KBK selama awal tahun 2026, belum ada FKTP yang berhasil mencapai 100 persen. Ini menjadi bahan evaluasi bersama agar setiap FKTP dapat meningkatkan performanya. Kondisi ini menunjukkan bahwa masih diperlukan penguatan pelayanan di FKTP agar penanganan kasus dapat lebih optimal sesuai kompetensi, sehingga rujukan yang tidak perlu dapat diminimalkan dan capaian KBK dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja, Yosefina Rombetasik, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi wadah evaluasi sekaligus penguatan koordinasi antara BPJS Kesehatan dan seluruh puskesmas di Kabupaten Tana Toraja.
“Pada prinsipnya, kapitasi berbanding lurus dengan kinerja. Jika kinerja puskesmas baik, maka kapitasi yang diterima juga akan optimal. Saat ini, Program KBK merupakan instrumen penting dalam meningkatkan mutu layanan di puskesmas. Sebaliknya, apabila kinerja belum maksimal, tentu akan berdampak pada besaran kapitasi yang diterima,” jelas Yosefina.
Ia juga mengimbau seluruh puskesmas agar terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam pencapaian indikator KBK.
“Kami sangat mendukung pelaksanaan monitoring dan evaluasi ini sebagai bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Tana Toraja. Sinergi antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan sangat penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan layanan yang berkualitas,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, BPJS Kesehatan turut melakukan peninjauan terhadap berbagai aspek pelayanan, mulai dari ketersediaan obat, kebersihan fasilitas, hingga tingkat kepuasan peserta JKN. Selain itu, dilakukan pula pembahasan mengenai capaian indikator KBK di masing-masing puskesmas sebagai bahan evaluasi dan perbaikan pelayanan ke depan.
BERITA TERKAIT
-
Pasien RS Elim Dicoret dari BPJS Kesehatan PBI, Dinsos Torut Janji Aktifkan Kembali
-
Rutin Berobat dengan JKN, Markus Rasakan Kemudahan Layanan Kesehatan
-
Hendak Berobat, Pasien RS Elim Torut Kaget Namanya Dicoret dari BPJS Kesehatan PBI
-
Program JKN Jadi Andalan Antonius Untuk Lindungi Kesehatan Keluarga
-
BPJS Keliling Hadir di Puskesmas Getengan, Permudah Akses Layanan Administrasi JKN