Sudirman Optimistis Kopdes Merah Putih di Sulsel Lebih Kompetitif Hadapi Ritel Modern
Selain itu, pengurus koperasi juga didorong mengembangkan pembiayaan dan unit usaha produktif agar koperasi mampu bertahan dan bersaing.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai menyiapkan strategi agar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tetap mampu bersaing di tengah menjamurnya minimarket dan ritel modern. Salah satu langkah yang disiapkan yakni pengaturan segmentasi pasar hingga pemberian stimulus bagi kelompok masyarakat tertentu agar koperasi memiliki pasar yang jelas dan berkelanjutan.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan pemerintah tidak ingin kehadiran koperasi justru mematikan usaha ritel modern yang selama ini sudah berjalan.
“Tentu nanti akan ada warga yang mana akan belanja di koperasi, warga mana yang akan belanja di market-market umum. Tentu market-market umum nanti kalau LPG-nya sudah masuk di koperasi, pasti dia akan memilih,” ujar Andi Sudirman belum lama ini.
Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan pola segmentasi masyarakat berdasarkan kategori ekonomi tertentu. Kelompok masyarakat prioritas nantinya diarahkan memanfaatkan layanan koperasi melalui berbagai stimulus dari pemerintah.
“Kita kan ada desil-desil 1 sampai desil 10. Nah ini desil 5 ke bawah yang merupakan target prioritas kita,” katanya.
Andi Sudirman menjelaskan, bantuan pemerintah melalui APBN maupun APBD nantinya akan lebih difokuskan untuk mendukung masyarakat kecil melalui skema koperasi.
Kebijakan tersebut dinilai menjadi upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara perlindungan usaha rakyat dan keberlangsungan pasar modern.
“Di koperasi targetnya tentu akan diberikan stimulan kepada mereka. Jadi ada keadilan lah, kita tidak menghalangi pasar yang sudah ada berjalan, tapi tetap bagaimana prorakyat,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Selatan, Andi Eka Prasetia, menyebut program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diyakini akan memberi dampak besar bagi masyarakat.
“Tentunya kami percaya dan yakin 100 persen bahwa program pemerintah ini adalah program yang sangat dinantikan dan akan memberikan manfaat luar biasa bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Andi Eka, setiap koperasi nantinya akan diarahkan mengembangkan sektor usaha sesuai potensi wilayah masing-masing. Untuk mendukung hal itu, pemerintah juga mulai menyiapkan perekrutan manajer profesional bagi koperasi.
Ia mencontohkan Koperasi Kelurahan Mangasa yang berada di wilayah perkotaan tentu memiliki tantangan berbeda dibanding koperasi di daerah lain.
Karena itu, strategi bisnis hingga pola pemasaran akan disesuaikan dengan karakteristik tiap wilayah.
“Manajer yang sementara direkrut ini akan memberikan pemikiran tentang bisnis sektor usaha yang akan dikembangkan, strategi pasar maupun marketing,” katanya.
Selain itu, pengurus koperasi juga didorong mengembangkan pembiayaan dan unit usaha produktif agar koperasi mampu bertahan dan bersaing di tengah perkembangan pasar modern.
“Semua pengurus koperasi ini akan memanfaatkan bagaimana melakukan pembiayaan dan unit usaha apa saja yang dikembangkan sesuai potensi wilayah masing-masing,” pungkasnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
