Muh. Syakir : Minggu, 24 Mei 2026 20:56

BANDUNG, PEDOMANMEDIA - Euforia perayaan gelar juara Persib Bandung diwarnai sejumlah insiden. Tercatat seorang tewas dan sebanyak 122 orang menjadi korban kecelakaan.

Aparat juga melaporkan ada dua kasus kekerasan selama rangkaian konvoi yang berlangsung sejak Sabtu malam hingga Minggu siang.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, salah satu kasus kekerasan menyebabkan seorang pemuda berusia 21 tahun meninggal dunia di kawasan Cibiru. Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian.

"Ini ada 122 korban kecelakaan, dua korban kekerasan. Satu korban kekerasan itu warga Cibiru ditemukan tewas usia 21 tahun. Kita sedang melakukan penyelidikan bersama pihak kepolisian, kami sedang menunggu hasil penyelidikan," kata Farhan di Pendopo Jalan Dalem Kaum Kota Bandung Minggu (24/5/2026).

Menurutnya, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di pinggir jalan sekitar pukul 03.00 WIB. Hingga saat ini, identitas pelaku dan motif kejadian masih didalami aparat kepolisian.

"Saya tidak tahu ya, tapi yang pasti dia ditemukan tewasnya jam 3 pagi di Cibiru, sudah tergeletak di pinggir jalan," ujarnya.

Farhan mengaku belum dapat memastikan apakah korban merupakan Bobotoh atau bukan. Saat ditemukan, korban tidak mengenakan atribut Persib.

Terkait dugaan penyebab kematian korban, Farhan menyebut adanya temuan senjata tajam di tubuh korban. Namun, ia menyerahkan penjelasan lebih lanjut kepada pihak kepolisian yang menangani kasus tersebut.

"Ditemukan pisau menancap di dadanya. Polsek yang tahu persis, Polsek Cibiru,"ungkapnya.

Selain di Cibiru, satu kasus kekerasan lainnya terjadi di wilayah Cisaranten Kidul. Polisi saat ini masih mengidentifikasi pelaku dalam peristiwa tersebut.

"Kemudian yang di korban kekerasan yang di Cisaranten Kidul, itu juga sedang diidentifikasi pelakunya, korbannya warga setempat," ungkapnya.

Sementara itu, jumlah korban kecelakaan yang tercatat selama rangkaian perayaan konvoi mencapai 122 orang. Dari jumlah tersebut, 39 korban dirujuk ke rumah sakit dan 26 orang harus menjalani perawatan.

"Sedangkan 122 kecelakaan yang lainnya, 39 dirujuk ke rumah sakit, 26 dirawat di rumah sakit," katanya.

Farhan menambahkan, sebagian besar korban kecelakaan merupakan warga Kota Bandung. Dari total korban, sebanyak 70 orang ber-KTP Kota Bandung dan 52 lainnya berasal dari luar Kota Bandung.

"Di mana dari 122 itu, 70 orangnya adalah warga ber-KTP Kota Bandung, 52 orangnya bukan warga ber-KTP Kota Bandung,"pungkasnya.

Penulis : Mugni